31 January 2017

Moh. Yamin Memilih ke Berastagi



Koran Het nieuwsblad voor Sumatra pada tanggal 27 Febuari dan 28 Febuari 1951 menuliskan tentang perginya Moh. Yamin dan keluarga ke Berastagi. Yamin ingin menenangkan pikirannya dan berusaha memikirkan beberapa persoalan negeri ini sambil beristirahat. Pilihannya adalah kota Berastagi yang dingin dan jauh dari hiruk pikuk dinamika politik di Jakarta.

Berikut tulisannnya :
 



 Moh.Yamin Mengambil Cuti Istirahat di Berastagi 

Anggota Parlemen non partai Mr. Moh. Yamin beserta istri dan anak-anaknya pergi ke Berastagi untuk beberapa waktu mengasingkan diri. Saat diwawancarai di Bandara Padang, ia mengatakan ingin mempelajari beberapa masalah yang sulit dalam suasana damai. Ia mencontohkan antara lain: catatan miliar  (de milliardennota), masalah tanah di Sumatera Timur, isu-isu yang relevan dengan Belanda-Indonesia Union (sehubungan dengan kemungkinan revisi), penyelesaian bahan untuk sidang  parlemen mendatang, penyelesaian beberapa buku yang sedang dikerjakannya.

Ketika dimintai pendapatnya tentang kenaikan harga, khususnya beras, Yamin mengemukakan pendapatnya bahwa masyarakat tidak dapat dibantu dengan analisis saja. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mendistribusikan agar beras cukup di kalangan masyarakat. Persediaan beras pemerintah sekarang menurutnya cukup untuk kebutuhan penduduk sampai musim panen mendatang. Akhirnya Yamin mengeluh atas fakta tentang  agen-agen distribusi beras. Ia berharap agar segera teratasi masalah kenaikan harga.

Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra tanggal 27-02-1951




]Bp Yamin Dicari

Mr. Moh. Yamin, anggota parlemen non-partai yang merupakan tokoh yang paling banyak diwawancarai dari Indonesia, pergi berlibur. Dia dicari setelah pekan lalu, Kamis, dengan istri dan anak tiba di Medan, dia kemudian langsung ke Berastagi untuk menenangkan pikiran dengan suasana lain dalam kesejukan untuk melepaskan dirinya dari semua isu politik yang terkait dengannya

Tiga direktur Komite Irian untuk Sumatra Timur mengejarnya, tapi tempat penginapan keluarga Yamin tidak bisa ditemukan. Senin tiba di Jakarta telegram dari Sekretaris komisi negara khusus (untuk revisi perjanjian dengan Belanda), yang meminta Mr. Yamin harus segera pulang untuk pertemuan yang akan diadakan hari ini di Jakarta. 

Tak ada yang tahu di mana Mr. Yamin. Tapi pagi ini kita mendengar, dan telah dibenarkan oleh anggota, dia telah berangkat dari Berastagi menuju Prapat, dan akan berada di sana minggu ini. Pertemuan akan berlanjut dengan atau tanpa Komisi Negara . Minggu depan keluarga Yamin bermaksud untuk kembali ke Jakarta.

Dari Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra tanggal  28-02-1951

26 January 2017

3.000 Orang Eropah Hadir Saat Peresmian Bandara Berastagi.


 Brastagi. Eropa di daerah tropis.! Dengan latar belakang Sibajak.

Bandara Berastagi diresmikan pada hari Minggu tanggal 16 September 1934. Pada  artikel sebelumnya telah digambarkan bagaimana kemeriahannya. Ada 20 pesawat terbang yang ikut serta dalam pembukaan bandara ini. Dan ada 3.000 orang Eropah hadir saat itu. Dan ikut pula hadir masyarakat Karo dan masyarakat Sumatera Pantai Timur lainnya.

Koran De Sumatra Post pada tanggal 17-09-1934 menuliskan : 


Bandara Brastagi.

 2400 Tiket Terjual

Kita  menemukan informasi total 2.400 tiket masuk dijual untuk pembukaan bandara di Berastagi, sehingga total sekitar 3.000 orang Eropa telah hadir di pembukaan.

Dan Hotel Frisia (Berastagi)  ikut juga berpartisipasi pada acara ini.  Dua prasmanan tersedia di Bandara Berastagi  bagi pengunjung  yang haus dan lapar sambil menyaksikan pertunjukan udara. Tidak diragukan lagi banyak  pengunjung yang menyukai sajian ini.

Beberapa hari sebelumnya Koran De Telegraaf bertanggal  10-09-1934 menuliskan, layanan KNILM dengan dengan koneksi reguler Brastagi-Medan direncanakan akan tersedia  setiap minggu, terutama untuk akhir pekan. Tarif ditetapkan sementara adalah  f 12.50 sekali jalan dan  ƒ21.25 bila membeli tiket pulang pergi.

24 January 2017

Meriahnya Pembukaan Bandara Brastagi (16 September 1934)


Peresemian Bandara Berastagi

Sepanjang jalan Medan-Berastagi banyak  polisi ditempatkan,  untuk menjaga lalu lintas yang ada. Sementara jalan  dari Soerbakti ke Berastagi ditutup untuk semua lalu lintas, sementara sisi jalan di Berastagi yang mengarah ke  Bandara Berastagi pada hari  Minggu akan terbuka sebelum jam 8 pagi untuk semua kendaraan, kecuali untuk sado.

Setelah jam  8 jalur ini akan ditutup, baik untuk truk, bus,  kenderaan berkuda  hingga pengendara sepeda. Hanya mobil-mobil  undangan yang  diberikan kesempatan lewat dengan  menunjukkan kartu masuk. Mobil dan bus  yang tidak lagi diperbolehkan setelah jam 8 dapat mencari parkir dekat  dengan Pasar Berastagi.

Di sekitar  lapangan terbang itu sendiri adalah dua area parkir, satu untuk mobil tamu undangan dan satu untuk mobil-mobil lain. Setelah akhir demonstrasi akan ada makan siang berlangsung di Berastagi Hotel.

Untuk kelancaran, maka diatur lalu lintas agar secepat mungkin  undangan bisa sampai ke Hotel. Semua mobil bisa berkendara ke pintu masuk hotel.  Mobil-mobil undangan dapat diparkir di sini, sementara mobil-mobil lain harus  parkir di tikungan berbentuk S di jalan di depan  lapangan golf saja

Polisi pengatur  lalu lintas khusus akan berada di sini dan akan menjadi sangat sibuk dengan minat masyarakat yang menyaksikannya.

Meriahnya Peresmian Bandara Berastagi

Pesta penerbangan dalam rangka peresmian Bandara Berastagi mendapat perhatian yang sangat besar dengan kehadiran 20 pesawat terbang yang antara lain: LA. Skuadron, skuadron dari Royal Air Force, beserta kelompok olahraga terbang layang Belanda dan Inggris.

23 January 2017

Drs. Moh. Hatta di Berastagi (1950)




 

Kemarin sore,  Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta beserta rombongan dan beberapa anggota pemerintah daerah dari Medan  tiba di Berastagi. Di perbatasan Kabupaten Karo, Wakil Presiden  disambut oleh Bupati Tanah Karo,  Ketua Dewan sementara Karo, Kolonel Djomat Purba, Kapten Ulung Sitepu dan panitia penerimaan berjumlah 70 orang.


Setelah tiba di B
erastagi,  rombongan Wakil Presiden menuju Bungalow BPM, dimana Drs. Moh. Hatta ditunggu oleh banyak orang. Dalam laporan Mimbar Umum, Wakil Presiden  dimohon  untuk menyelidiki nasib mereka yang hilang dalam masa revolusi. Drs. Hatta berjanji akan segera membalas permintaan ini.

Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra
 22-11-1950

12 January 2017

Merlep Ginting Melawan Prins (1956)



Historische Kranten, Erfgoed Leiden en Omstreken
Leidsch Dagblad | 16 maart 1956 | pagina 11  (11/16)

Lodewijk Prins adalah pemain catur Belanda terbaik selama lebih dari seperempat abad (1939-1965). Master catur Belanda ini mengunjungi Indonesia pada tahun 1956. Sebuah organisasi nir-laba Stichting Culturele Samenwerking (Yayasan Kerjsama Kebudayaan) menjadi penyandang biaya.

Resumenya meliputi tempat terhormat di Leeuwarden (1940), Amsterdam (1940), Beverwijk (1948), dan Madrid (1951). Tahun 1952 ia lolos ke turnamen antarzonal. Pada masa senja karirnya ia masih cukup bagus untuk menjadi Juara Nasional Belanda 1965. FIDE menganugerahinya gelar GM kehormatan tahun 1982.

Prins menghabiskan waktu dua setengah bulan mengelilingi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Ia bermain di kota-kota di Jawa seperti Jakarta, Bogor, Bandung, and Semarang. Di Sumatera ia bermain di Medan dan Pematang Siantar.

Selain bermain dalam simultan ia juga terlibat dalam dwilomba satu lawan satu dengan pemain-pemain Indonesia terbaik saat itu. Merlep Ginting dan Baris Hutagalung bermain dengan Prins di Jakarta sementara Arovah Bachtiar mendapat giliran di Banjarmasin. 

Prins hanya mampu mencetak kemenangan tipis atas Hutagalung dan Bachtiar. Melawan Juara Tanah Karo Merlep Ginting,  ia harus membagi angka 1-1.
  

Permainan caturnya dapat dilihat pada laman berikut : IndonesiaBase
Sumber tulisan : IndonesiaBase

Merlep Ginting

M.U. Ginting di media Sora Sirulo menuliskan :

Merlep Ginting sambil makan sirih bermain catur nasional maupun internasional. Dia tak pernah ikut kursus catur, sepenuhnya pemain alam, lahir dari permainan seperti di Cililitan atau tempat lainnya di kampung-kampung Karo. Salah satu penarik utama bagi Merlep selain hobbinya main catur ialah dalam caturnya dia sering bertaruh dalam bermain catur. Karena itu dia tak pernah memperkenalkan dirinya pemain catur ‘jagoan’, supaya orang tak takut main catur sama dia, dan bahkan sering juga ‘mengalah’ dalam permainan, membikin lawan lebih optimis.