Skip to main content

Posts

Kinangkong

Roema-Kinangkong c. 1903 - 1920 Charles KLEINGROTHE Germany, Photographer Movements: worked Singapore 1889 worked Indonesia 1889-c.1925 J.B OBERNETTER MÜNCHEN Printmaker Source : National Gallery of Australia

Cingkem

Tjikem c. 1903 - 1920 Medan Deli Charles KLEINGROTHE Germany, Photographer Movements: worked Singapore 1889 worked Indonesia 1889-c.1925 J.B OBERNETTER MÜNCHEN Printmaker Source : National Gallery of Australia

Buluh Hawar

Kampong Boeloe Hawar oleh Charles J. KLEINGROTHE - Herman STAFHELL, Charles KLEINGROTHE Germany   Movements: worked Singapore 1889 worked Indonesia 1889-c.1925 Herman STAFHELL Movements: Sweden 1880s worked Indonesia 1889-1894 Subject: Collection: The Leo Haks collection of 19th and early 20th century Asian photography, acquired 2007. Provenance:     Leo Haks Collection: 1977 - 2007  Source : National Gallery of Australia

Peralatan Musik Karo

Peralatan musik Karo dalam dokumentasi Staatliche Museen zu Berlin :  Arbab arbab Hals/Spieß: Holz, Bambus, Messing- und Eisenmanchetten; Korpus: Bambus; Decke: Fischhaut; Steg: Bambus; Wirbel: Holz; Saiten: Baumwollkordel; Dekor: eingebrannt, geschnitzt; Streichbogenstange: Holz, mit grünem Isolierband umwickelt; Behaarung: Nylon Länge x Breite x Höhe: 78,3 x 21,5 x 8,1 cm Höhe x Durchmesser: 6,8 x 21,5 cm (Korpus, Angabe des Durchmessers: ca.) Länge: 42,7 cm schw. Saite Länge: 61,6 cm (Streichbogen) Belobat

Rute Menantang Bahaya

Sutradara : Ressi Dwiana, Duma Yanti Theresia   Penyunting : Aline Jusria Deskripsi :           Bercerita tentang seorang supir bus Sinabung Jaya yang sehari-hari menempuh perjalanan dari Medan ke Jabanjahe. Rute yang ditempuh boleh dibilang rute maut karena sering terjadi kecelakaan karena keadaan jalan yang berliku dan menanjak. Namun demikian rute ini termasuk rute yang cukup ramai. Penghargaan / Pemutaran / Lain-lain : Eagle Awards Documentary Competition 2005 Jakarta International Film Festival 2005

Rumah Adat Karo di Den Haag (1932)

Rumah Adat Karo tahun 1932 di Westbroekpark, Den Haag. Indisch Exhibition (Pameran Hindia Belanda) pada tahun 1932 adalah perhelatan terbesar Belanda saat itu. Pengunjung menyaksikan candi megah dan rumah-rumah asli yang khas, yang direkonstruksi di taman. Mei hingga Oktober paviliun pameran berisi dengan artefak khusus dan produk komersial serta diorama lanskap Indisch. Juga bisa melihat dan menikmati masakan eksotis di restoran Waroong Djawa dan Indisch Restaurant dengan model atap bangunan meniru model atap Rumah Tersek Siempat Ayo.  Lebih dari 400.000 pengunjung menghadiri acara pada waktu itu. Dalam diskusi di FB Group Jamburta Merga Silima : Tabloid Sora Sirulo   Model atap bangunan ini jelas sekali meniru model atap Rumah Tersek Siempat Ayo. Adapun bagian bawahnya meniru model losd yang sekarang ini disebut jambur (padahal jambur dulunya adalah tempat tidur laki-laki) sejak losd di Rumah Berastagi dinamai Jamburta Ras (1967). Adapun los...

Karo dalam Film Koloniale Tentoonstelling di Paris 1931

Karo dalam pameran  Koloniale Tentoonstelling di Paris tahun 1931. Pada menit ke 02.39-04.02 terlihat paviliun Hindia Belanda atau Indisch.  Pada menit ke ke 3.09 dan 3.40 terlihat bangunan adat masyarakat Karo. sumber : Film Collectief