Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Orang Karo

Tama Ginting dan Patjar Merah Indonesia (Bagian 1)

Di Kampung Tanjung, tidak jauh dari Tanjung Morawa (Kecamatan Senembah Tanjung Muda Hilir, Deli Serdang) pada tahun 1918 lahirlah seorang anak lagi-laki dari merga Ginting Munthe. Ibunya Beru Purba adalah anak dari Sibayak Pa Landas Purba, Ibunya kelahiran Kampung Kabanjahe. Anak ini diberi nama Tama Ginting oleh pamannya, saudara kandung sang ibu. Setelah besar, ia disekolahkan di Kabanjahe di Vervolg School. Ia termasuk siswa yang rajin, pembersih dan pandai. Tama Ginting menumpang di rumah pamannya bernama Gempang Purba di Kabanjahe. Karena rajin dan pintar, Tama Ginting sangat disayang oleh paman dan kakeknya, Sibayak Pa Landas Purba. Setelah tamat sekolah, Tama Ginting bekerja di perusahaan pamannya yang menjual daging lembu dan kerbau di pasar Kabanjahe dan Berastagi. Pamannya termasuk salah satu orang terkaya di Kabanjahe dan mempunyai tanah yang luas. Walaupun Tama Ginting sudah bekerja, ia tetap rajin membaca banyak buku, baik buku biografi, kebud...

Kumpul Sinuhaji, Dibuang ke Ambon Hingga Ikut Pertempuran di Surabaya

Tentara India Britania menembaki penembak runduk Indonesia  di balik tank Indonesia yang terguling dalam pertempuran di Surabaya, November 194 Setelah Partindo bubar, pada tahun 1937   berdirilah Partai Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta. Gerindo didirikan oleh para pemuda pejuang seperti : Amir Syarifuddin, Mhd. Yamin, Sartono, Adam Malik, Adnan Kapau Gani dll. Pendirian cabang-cabang di daerah pun dilakukan, Di Sumatera Utara, pemuda-pemuda seperti Muhammad Joni (Banteng Gemuk), Jakup Siregar, Mhd. Saleh Umar, Marzuki Lubis, Mualif Nasution, Terluda Sembiring Brahmana, Ibu Hadijah, Andico dll sepakat mendirikan Gerindo Sumatera   Utara. Berkedudukan di Medan dan dipercayakan Mhd. Joni sebagai Ketua I dan Jakup Siregar sebagai Ketua II. Di Arnhemia (Pancur Batu) pun berdiri, Di tahun 1937, berdiri Gerindo Cabang Arnhemia. Nahar Purba, Terluda Brahmana dan Kitei Purba diutus dari Medan untuk mendirikan Cabang di Arnhemia.   Didir...

Nahar Purba dan Awal Kesadaran Nasional di Pancur Batu

Foto : Nahar Purba Nahar Purba seorang tokoh pergerakan. Dimulai dari PNI (tahun 1928), Partindo (1931), Gerindo (1937) dan Parpindo (1939). Terus berjuang hingga Proklamasi tahun 1945 hingga tahun 1950. Pemuda-pemudi Karo yang maju dalam cara berpikir melihat kampung-kampung dijepit oleh perkebunan milik orang-orang Eropah. Kehidupan pincang masyarakat pondok (buruh perkebunan) dan masyarakat Karo dibanding kemakmuran hasil dari perkebunan. Penduduk kampung-kampung suku bangsa Karo, merasa sengsara karena tanah sumber hidupnya sudah terbatas. Hasil pangan pun terbatas. Beberapa terpaksa memburuh ke perkebunan. Orang pondok adalah orang-orang kuli kontrak dari suku Jawa, Tamil dan Cina. Mereka hidup dari banyaknya ancaman-ancaman dari peraturan yang dibuat. Tenaga mereka diperas. Poenale Sanctie berlaku. Poenale Sanctie (pidana sanksi) adalah sebuah sanksi hukuman pukulan dan kurungan badan yang dijalankan oleh kolonial Belanda. Poenale Sanctie menempatkan ...

Penangkapan Belasan Pemuda Karo Tahun 1926

Koran De Sumatra Post bertanggal 06-02-1929 Perlawanan PKI bersama Serikat Islam terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda antara tahun 1926 sampai 1927 terjadi di Batavia, Tangerang, Banten, Priangan, Solo, Banyumas, Pekalongan, Kediri, Surakarta. dan Sumatra Barat. Pemberontakan ini akhirnya dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial.  Beberapa catatan menyebutkan, akibat pemberontakan menemui kegagalan, sekitar 13.000 orang ditangkap di seluruh Hindia Belanda. Beberapa orang langsung ditembak. 5000 orang ditempatkan dalam penahanan untuk pencegahan. Lalu, 4500 orang dipenjara setelah pengadilan. Dan 1300-an orang dibuang ke Boven Digul, Papua.  Tidak banyak diketahui, apakah di Karo juga ikut melakukan perlawanan fisik pada tahun itu. Tapi imbas pemberontakan melawan kolonialisme Belanda itu ada terhadap tokoh-tokoh pemuda Karo. Sepuluh tahun sesudah gugurnya Panglima Nabung Surbakti (pemimpin Simbisa saat perang Sunggal hingga perang Pa Gar...

Keras Surbakti : Dari Ancaman Boven Digul Hingga Razia Agustus

Koran “De Indische Courant” bertanggal 12 Agustus 1941 Keras Surbakti : Dari Ancaman Boven Digul Hingga Razia Agustus (Bahagian 2) Lanjutan dari Bahagian 1 ....   Pengurus-pengurus PNI Cabang Tanah Karo juga ditangkap di Berastagi dan ditahan di rumah tahanan polisi Berastagi. Mereka yang ditangkap adalah Tama Ginting, M. Ali, Mengket Purba, Raja Mantas Surbakti, dan beberapa orang lagi. Tama Ginting menanggung jawabi semua rekan-rekannya yang ditahan dengan mengatakan semua itu adalah suruhannya maka hadir di Uruk Tabu-tabu. Lalu kawan-kawannya dibebaskan oleh polisi Berastagi. Yang tinggal ditahan hanya Tama Ginting dan Syahrin. Kemudian Tama Ginting dijatuhi hukuman 3 bulan penjara oleh Landreg Kabanjahe. Koran “De Indische Courant” bertanggal 12 Agustus 1941 memuat hasil keputusan Landreg Medan, diberitakan 6 orang dijatuhi hukuman dengan dibuang ke Boven Digul,Papua. Enam orang yang dibuang ke Digoel itu adalah : Sjahrin, Ramawi, Sutan Soelaiman ...

Keras Surbakti : "Penjara Adalah Tunanganku."

Keras Surbakti Keras Surbakti : "Penjara Adalah Tunanganku." (Bahagian 1) Orang Karo pasti pernah mendengar nama Nabung Surbakti. Seorang Panglima pada Perang Sunggal yang mampu mengerahkan 1.000 orang lebih pasukan Simbisa. Para Simbisa dibawah pimpinan Panglima Nabung Surbakti bersama 500 orang pasukan Urung Sunggal dibawah pimpinan Datuk Jalil Surbakti dan Datuk Sulung Surbakti melawan tentara Belanda dan tentara Sultan Deli.  Perang Sunggal dimulai dari tahun 1872 dan terus menerus hingga sampai ke dataran tinggi Karo. Hingga akhirnya Panglima Nabung Surbakti tewas diterjang peluru milik tentara Belanda pada tahun 1907 di desa Djandi, Kab. Karo. Nabung Surbakti dipanggil juga Pengulu Djumaraja. Ia mempunyai saudara yang dipanggil sebagai Pa Sempa Surbakti. Tanggal 2 September 1914, lahirlah seorang anak laki-laki dari Pa Sempa di desa Bunga Pariama, Kecamatan Kutalimbaru Deli Hulu (Deli Serdang). Ia diberi nama Keras Surbakti.  Keras ...

Dari Revolusi Sosial Hingga Terbentuknya Kabupaten Karo

Peristiwa Revolusi   Sosial sampai juga di Taneh Karo. Selamat    Ginting    membuat    pertemuan    antara    laskar    Napindo    Halilintar   dengan Persatuan Perjuangan tentang Revolusi Sosial di Sumatera   Timur.   Dalam   pertemuan   tersebut   disetujui diadakan   revolusi   sosial   di   Tanah   Karo   namun tidak perlu dengan gejolak besar, dan tidak    memerlukan   tindakan memalukan, tidak memerlukan tindakan kekerasan   yang   dapat   membawa   pada   kematian   karena   para   Sibayak-sibayak   dan   Raja   Urung di   Tanah   Karo   tidaklah   kejam   dan memeras   rakyatnya, bahkan para Sibayak dan Raja Urung pada hakikatnya hanyalah semacam administrator-administrator Belanda saja .   Tidak mempunyai kekuasaan besar.  ...