Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Karo Bukan Batak

Karo Bukan Batak : Koreksi pada P. Tamboen

Prof. Henry Guntur Tarigan saat masih mahasiswa jurusan bahasa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Bandung, pada tahun 1958 pernah melakukan suatu koreksi atas buku “Adat Istiadat Karo” karangan P. Tambun. Ia mengkoreksi buku ini mengenai tulisan di buku ini bahwa Suku Karo berasal (turunan) dari Batak Toba dari sudut Etimologi bahasa. Henry Guntur memberi judul tulisannya “KAROMERGANA.” Henry Guntur menulisnya di Majalah Bahasa dan Budaya Tahun ke VII No. 1/1958, Jakarta. Dapat dibaca pada link berikut ini : https://karosiadi.blogspot.co.id/…/karomergana-oleh-henry-g… Ternyata Brahama Putro (K.S. Brahmana) di buku "Karo dari Zaman ke Zaman Jilid 1," juga pernah mengkoreksi P. Tambun. Di dalam buku "Adat Istiadat Karo" halaman 64, P. Tamboen menulis : "Bangsa Karo adalah satu cabang dari Lima Batak (Karo, Toba, Angkola, Pakpak dan Mandailing) yang satu sama lain mempunyai persamaan tentang tulisan, bahasa, adat istiadat, sehingga a...

H.Neumann : Tidak Ada Nama Gereja

R oberto Bangun dalam buku yang disusunnya berjudul “Mengenal Orang Karo" (1989) atau cetakan ulang tahun 2006 dengan merevisi judul menjadi “Mengenal Suku Karo," ada menyertakan surat balasan dari H. Neumann di Belanda. H. Neumann adalah anak dari pendeta J.H Neumann. H. Neumann lahir di Sibolangit tahun 1916. Ayahnya adalah yang untuk pertama kali membuat kamus Bahasa Karo-Belanda dan menterjemahkan Bibel ke Bahasa Karo. Ayahnya sangat berjasa dalam mengabarkan Injil di Tanah Karo. Kepada H. Neumann, Roberto Bangun bertanya : mengapa nama organisasi Kristen Karo diberikan nama Gereja Batak Karo Protestan? Sedangkan saat datangnya 18 April 1890 Zending ke Buluhawar (dekat Sibolangit) dan bekerja sampai 23 Juli 1941, belum ada nama Gereja. Mengapa diberi nama Batak Karo di tahun 1941? Apakah ini ada hubungannya dengan kekalahan Belanda oleh Jerman hingga NZG harus pergi dan dilanjutkan oleh RMG. RMG dan HKBP tentu tak terpisahkan. Dua buah tulisan di bawah ini di...

"Turang” bukan dari Tapanuli

Kompas , Jumat, 2 Juni 1989 “Turang” bukan dari Tapanuli Dalam acara Berpacu Dalam Melodi tayangan TVRI tanggal 27 Mei 1989, ada kesalahan yang dibuat oleh pembina acara ini. Kesalahan tersebut menyangkut asal daerah lagu Turang yang oleh salah satu peserta dinyatakan berasal dari daerah Tapanuli dan Bung Koes Hendratmo yang bertindak sebagai pembawa acara membenarkannya. Lagu tersebut bukan berasal dari daerah Tapanuli tapi dari daerah Tanah Karo. Untuk pembina acara ini saya sarankan untuk dapat lebih mengenal keragaman dari suku-suku yang mendiami bumi Indonesia tercinta ini, sehingga kesalahan seperti itu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Tiarta Sebayang, SE Dept. Keuangan Jakarta #surat senada juga dikirim oleh Suang Karo-Karo yang beralamat di Jl. Ampera Raya, Cilandak III, Jakarta Selatan. Tulisan ini juga dapat dibaca dalam buku “Mengenal Orang Karo” yang disusun oleh Roberto Bangun. Buku “Mengenal Orang Karo” adalah cetakan p...

"Karomergana" oleh Henry Guntur Tarigan (1958)

Saat itu di tahun 1958, seorang mahasiswa jurusan bahasa bernama Henry Guntur Tarigan dengan berani melakukan suatu koreksi atas buku “Adat Istiadat Karo” karangan P. Tambun mengenai ungkapannya bahwa Suku Karo berasal (turunan) dari Batak Toba dari sudut Etimologi bahasa berjudul “KAROMERGANA” ( Majalah Bahasa dan Budaya Tahun ke VII No. 1/1958, Jakarta). Berikut tulisannya : “KAROMERGANA” oleh Henry Guntur Tarigan Di Seribu Dolok pernah saya lihat sebuah oto gerobak (Vrachtauto) sedang berhenti di simpang empat. Pada dinding gerobaknya tertulis huruf besar-besar Karomergana. Apakah gerangan arti merek itu? Bagaimana oto gerobak itu bernama (merek) demikian? Hal ini barangkali dapat diselidiki dan dipandang dari sejarah setempat; penyelidikan itu mungkin ada manfaatnya. Karomergana terdiri dari : Karo + merga + na oleh P Tambun dalam bukunya Adat Istiadat Karo, Balai Pustaka no. 1872 halaman 64-65 menuliskan; Adapun dalam tulisan (huruf Batak)   ...

Masri Singarimbun : Karo adalah Karo, bukan Batak Karo

Isi surat balasan yang dikirim oleh Prof. Masri Singarimbun kepada Roberto Bangun yang ditulis pada 20 Mei 1989 yang dimuat dalam buku Mengenal "Orang Karo ” yang disusun oleh Roberto Bangun. Berikut isinya: 20-5-1989         Si mehamat Roberto Bangun Jl. H.A. Latief no. 5 Rt. 012/06 Karet Tengsin Tanah Abang Jakarta Pusat 10220 Mejuah-juah, Suratndu enggo kualoken alu meriah ukur. Ngoge suratndu tempa-tempa kita lenga pernah jumpa, tapi kuakap enggo kita jumpa. Surat enda gendek-gendek saja perbahan sangana sibuk kel aku. Kerna sejarah gelar Karo ras Batak la bo lit informasi terdauhen ibas aku nari. Keterangen si lit saja ipake. Adi inehen Ensiklopedi Indonesia ras buku R. Kennedy, Bibligraphy of Indonesian Peoples and Cultures, ije teridah makana Batak merupakan kelompok suku bangsa. Bali ras sebuten Dayak. Tersurat ibas Ensiklopedi Indonesia kerna bahasa BATAK…terbagi ...