Skip to main content

Posts

Lukisan Rumah di Berastagi oleh H.P. Berlage (1923)

Hendrik Petrus Berlage adalah arsitek Belanda, lahir di Amsterdam pada tanggal 21 Februari 1856. Meskipun tidak termasuk dalam kelompok empat “nabi” arsitektur yang sangat berpengaruh sebagai arsitek modernis ; Le Corbusier, Walter Grophius, Frank Lloyd Wright, dan Mies van de Rohe, namun sesungguhnya karya-karya sangat diperhitungkan. Tahun 1923 Berlage melakukan perjanalan ke Hindia Belanda/Indonesia. Dia juga singgah di Berastagi. In 1923 Berlage made a journey through The Dutch East-Indies / Indonesia. The drawings below show Berlage’s mastery, not only as a great architectural draughts man, but as an inspired artist as well.  Berlage visited from March 23th to April 5th 1923 Batavia / Jakarta and Buitenzorg / Bogor. Then he went by train to Bandung, Tea Estate Malabar, Yogkyakarta, Solo, Borobudur, Prabanan, Mojokerto, Soerabaja / Surabaya and further to Bali. He returned to Surabaya and Yogyakarta and made sk...

Paribun (1917)

Dari surat kabar mingguan untuk Belanda dan koloni  : India Volume 1, Nomor 18, 1 Agustus 1917      Sumber : Colonial.library.leiden.edu/

Kebakaran di Pasar Berastagi (1938)

Asap menyerupai awan pekat melayang di atas Berastagi. Orang-orang menyaksikan tindakan besar yang dilakukan petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Dari Koran : De Sumatra post bertanggal  : 25-08-1938. De Sumatra post 25-08-1938 Sumber : Delpher.nl De Sumatra post 26-08-1938 Sumber : Delpher.nl

Perpisahan dengan Pdt. Neumann (1949)

Hadiah dari Penderita Lepra Akhirnya, Pdt. Neumann pada kesempatan itu menerima sebuah miniatur rumah adat Karo yang sangat berseni. Diterima sebagai hadiah dari penderita kusta di Lao Simomo. Neumann telah banyak melakukan pelayanan di rumah sakit lepra ini, dan pemberian ini adalah buatan pasien sendiri. Rumah Sakit Lepra Lao Si Momo berada 11 KM. dari Kabandjahe, dan sekarang dipimpin oleh putra Pendeta Pdt Neumann, yaitu H. Neumann. Saat ini, daerah itu kurang aman. Penghulu utama, yang membawa pihak manajemen saat ini, datang ke Medan untuk menyerahkan hadiah pada acara ini.. Ada sekitar 270 pasien di Lao Si Momo, termasuk 106 perempuan. Sementara bahan makanan yang diperlukan sangat memprihatinkan di Kabandjahe. Sayangnya, ketidakamanan di wilayah ini tidak mengijinkan H. Neumann pergi ke Lao Si Momo. Dari Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra bertanggal  13-07-1949. Sebuah miniatur rumah adat Karo yang dibuat sendiri adalah hadiah yang diberik...

Gereja Baru di Sibolangit (1937)

Koran De Sumatra Post pada tanggal 13-12-1937 mengabarkan peresmian gedung gereja yang baru di Sibolangit. Assiten ResidenDeli dan Serdang, Mr. J.Allaart meresmikannya. Sumber : Delpher.nl

Bermain Catur di Lao Simomo (1938)

Penderita kusta yang ditempatkan di Lao Simomo bermain catur. Schakende lepralijders in het dorpje Lao si momo. Foto ini dimuat di harian Nieuwsblad van Het Noorden bertanggal 05-03-1938. Sumber : Delpher.nl