27 March 2012

Video Menari dan Gerakan Ndikar di Tahun 1938


Di video ini terlihar kebudayaan suku Karo di tahun 1938. Ada gerakan menari dan juga gerakan Ndikar. Menarik bila memperhatikan gerakan tarian penari dan pakaiannya serta tudung yang dipakai kala itu.

Di awal video terlihat tarian dari suku Toba dan selanjutnya suku Karo lalu kehidupan di sekitar Danau Toba, termasuk pasar di tepi danau Toba di atas sampan.

Silahkan saksikan pada video di bawah ini atau dengan meng-klik judul video berikut : 1938 Tribes from the same Destination 1-2


Sementara itu pada video bahagian pertamanya dapat disaksikan kehidupan di perkampungan Karo (pada menit ke 5.20).

Silahkan saksikan dengan meng-klik judul video berikut : 1938 Tribes from the same Destination 1-1



Sumber : Koleksi hitam/putih foto² Sejarah & Budaya - Sumatera Utara (oleh Om  Ben Verdouw)

26 March 2012

Video Tahun 1927 Penderita Lepra di Lao Simomo


1927 Leprozerie Lao Simomo - Streetview Djokjakarta
Part 1: Leprozerie Lao Simomo 

Untuk menontonnya silahkan tonton video di bawah ini, atau klik : 1927 Leprozerie Lao Simomo 



Sumber : FB Koleksi hitam/putih foto² Sejarah & Budaya - Sumatera Utara (Om Ben Verdouw).

Dulu Arnhemia kini Pancurbatu

Nama tempat yang disebut Arnhemia di catatan kolonial Belanda adalah Pancurbatu (Kab. Deliserdang).  Namun menurut Anthony Reid Arnhemia is the European planters' town near Pancur Batu.

Rumah Adat Karo di Arnhemia
Karo huis in Arnhemia
Date : 1939-05-31
Bandar Baroe
Vlakte van Bandarbaroe bij Arnhemia
Date : Circa 1935
Collection : Tichelman, GL
Kantor Administratur perkebunan di Bandar Baroe
Administrateurswoning op onderneming Bandar Baroe te Bandarbaroe bij Arnhemia
Date : Circa 1915

Parade Suku Karo Saat Kelahiran Putri Irene (Belanda)



Parade dari kelompok Etnis Suku Karo dalam rangka menyambut kelahiran Putri Irene (1939). Putri Irene adalah adik pertama dari Putri Beatrix. Saat itu Beatrix berusia satu tahun ketika Irene lahir. Beatrix adalah anak sulung dari dari Putri Mahkota Juliana dari Belanda dan Pangeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld.


Pada 31 Januari 1956, Putri Beatrix merayakan ulang tahun ke-18. Dan pada tanggal tersebut, dibawah Konstitusi Belanda, dia berhak untuk mendapatkan hak prerogatif kerajaan. Saat itu, ibunya melantiknya di Dewan Negara. Pada tanggal 30 April 1980, Putri Beatrix diangkat menjadi Ratu Belanda saat ibunya turun tahta.

Karo Batak tijdens een optocht in de Bataklanden, vermoedelijk ter gelegenheid van de geboorte van prinses Irene.

AdditionalNegatiefnr: XV, 15. Datering opname: 1937-1941. Aantekeningen aanwezig
Collection : Voorhoeve, P.

Source : KITLV 

CULTURAL TRANSFORM DI SITUS BENTENG PUTRI HIJAU

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT
Alat batu pada zaman prasejarah ditemukan peneliti dari Balai Penyelamatan Peninggalan Purbakala, Balai Arkeologi Medan dan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial, menggali kawasan yang diduga sebagai benteng Putri Hijau, pembesar Kerajaan Aru, Minggu (25/10) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kerajaan Aru pernah berkuasa di pesisir timur Sumatera Utara abad ke-13 sampai abad ke-16. Juga ditemukan benda-benda kuno, di antaranya, butiran peluru dan pecahan keramik China


CULTURAL TRANSFORM DI SITUS BENTENG PUTRI HIJAU
Oleh  Stanov Purnawibowo (Balai Arkeologi Medan)

Situs Benteng Putri Hijau sendiri terletak di sebuah dataran yang berada di bagian atas lembah  Sungai/Lau Tani,  bagian atas Sungai Deli yang berhulu di daerah Sibolangit dan bermuara di Selat Malaka. Situs ini terletak di antara N 3° 28’ hingga N 3° 29’ dan E 98°40’, memanjang utara-selatan di tebing barat Lau Tani,  yang mengalir ke arah selatan. Secara administrasi situs ini berada di Desa Deli Tua Kampung, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Saat ini  sebagian  areal Benteng Putri Hijau digunakan untuk pembangunan perumahan Perum Perumnas Regional I Sumbagut. Situs  ini dihubungkan dengan legenda Putri Hijau dan kejayaan Kerajaan Haru.

Bagian yang mengagumkan dari Benteng Putri Hijau ini ada pada pemanfaatan tebing sungai sebagai pagar benteng (Koestoro, 2010: 120).

Berdasarkan  indikasi  data artefaktualnya, situs Benteng Putri Hijau dapat diduga pernah menjadi lokasi aktivitas kehidupan masyarakat  yang dinamis dalam rentang waktu yang cukup panjang, mulai dari masa budaya prasejarah hingga masa pengaruh Kolonial. Aktivitas arkeologis atas situs ini telah dimulai sejak tahun 1996 berupa survei arkeologis, kemudian pada tahun 2008 pihak BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Banda Aceh  dan Balai Arkeologi Medan melakukan penggalian penyelamatan. Selanjutnya pada tahun 2009 diadakan penelitian komprehensif oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang yang melibatkan multidisiplin ilmu di situs tersebut.

25 March 2012

Penghulu di Seberaya


Penghoeloe di Sibraija

Title : Groepsfoto van een bijeenkomst van penghoeloes in Sibraija
Reis door de Bataklanden met C. de Haan           
Fotograaf :  K. Feilberg
Date of creation : 1870
Source: Kerncollectie Fotografie, Museum Volkenkunde

Penghulu Buluhawar

Penghulu Buluhawar beserta istri dan anak perempuannya

Title :      "Pangulu of Buluhauer with Wife and Daughter"
"Views from Deli and the Battak county"             
"Pangulu of Buluhauer with Wife and Daughter"              
Gezichten op Deli en de Bataklanden    

Fotograaf  : K. Feilberg
Date of creation : 1867-1870
Source : Museum Volkenkunde

09 March 2012

Kamus KARO (Online)

Kamus Indonesia-Karo Online : klik di sini atau klik gambar di bawah ini




Kamus Aksara Karo Online : klik di sini  atau klik gambar di bawah ini