08 May 2017

Gempa Batu Karang 19 September 1936




KETIKA BUMI bergetar. - Sebuah gempa keras yang menyebabkan rasa takut dan kekhawatiran di setiap tempat. Antara Medan Brastagi terlihat retak dalam di jalan

Sabtu, 19-09-1936

Gempa parah  mengunjungi Sumatera Utara Sabtu pagi sekitar 08:30. Pesan dari Kaban Djahé yang mencapai kita saat ini jauh lebih serius.  Wartawan kami dari Kaban Djahé menulis : Sabtu menunjukkan bahwa gempa di Karolanden telah menyebabkan bencana yang serius. Di sawah di Batoekarang,  hilang empat belas orang.  Petak  sawah  yang sudah berbuah padi  jadi hancur.

Menurut saksi mata, terasa keras selama goncangan  gempa, didorong dan kemudian disimpan di ke dalaman.  Dengan goncangan besar, tanah retak dan keluar air. Sejumlah  besar air muncul ke permukaan, seperti  bandjir besar berjalan mencari sungai. Orang-orang yang bekerja tidak  bisa bertahan hidup di sawah.  Ditemukan dua mayat, sementara empat belas orang hilang.

Sebuah rumah di ladang rubuh  ketika bumi bergoncang  dan tiba-tiba terbelah keluar  lumpur banjir.

Minggu masih ditemukan empat orang, dua di antaranya berada di sekitar 10 KM  jaraknya  di Lao Biang dekat Perbesi.  Sawah bergelombang tersisa. Di  beberapa tempat, tanah amblas  10 sampai 15 meter dalamnya.  Pohon-pohon tumbang  terbaring.  Di tengah-tengah itu telah terbentuk  sungai.  Sawah hancur  sepanjang sekitar 2,5 KM dengan lebar sekitar 200 sampai 300 meter.  Lempengan  ini sebelumnya lebih rendah dari sawah sekitarnya. Ternyata di bawah sawah adalah rawa, dan kerak tipis retak akibat gempa, dengan sumber sungai kuno kosong. Kerak di sini dalam gerakan kekerasan juga terlihat bahkan dari celah-celah yang berbeda di jalan yang terletak beberapa ratus meter.  

 
Sungai berlumpur Sabtu pagi di sawah dekat Kaban Djahé tiba-tiba muncul dan 11 orang tewas.
 Sawah subur ini  kini ditutupi dengan lempeng tektonik.

Jalan Menuju Kotatjane.

Gempa  besar terasa  di jalan Kaban Djahe menuju Kotatjane sekitar di  KM. 124. Untuk  14 hari ke depan akan terhambat  untuk berpergian.  Jalan retak  atau amblas, maka lalu lintas akan tertahan lama.

Di Kotatjane, gempa Sabtu benar-benar telah mendatangkan malapetaka.  Malam Sabtu sampai Minggu, banyak warga Kotatjane memilih tinggal di luar rumah, begitu besar akan ketakutan itu.  Rumah  banyak  rusak. Ketika gempa terjadi, banyak orang Kotatjane yang  terluka.


Langsa 

Langsa digoncang gempa.  Gempa itu di sana sangat keras.


"Ayer Bersih" Keruh.

Pada Sabtu dan Minggu air ledeng dari perusahaan Ayer Bersih terlihat berwarna  coklat. Seperti kita ketahui, ini disebabkan oleh gempa bumi,  batu dan  lumpur tercampur di sumber  air di Sibolangit, dan tercampur juga partikel-partikel dari perut bumi.  Sebuah laporan dari pihak "Ayer Berisih" menunjukkan bahwa seluruh pipa masih utuh.  



Kabar Dari Taroetoeng.

Laporan  dari Taroetoeng  berbicara tentang gempa bumi yang hebat pada hari Sabtu pagi 07:40. Bumi bergoncang, tiang listrik bergoyang keras. Anak sekolah tidak berani tinggal lebih lama di sekolah dan melarikan diri. Gempa berlangsung hampir satu menit, meskipun semuanya, tidak ada kerusakan besar  terjadi. Pada siang hari pukul 1 berulang gempa terjadi, tetapi untuk intensitas yang lebih rendah.  Arah dari  Utara ke Selatan. Minggu pagi pukul 07:45 sedikit tremor diamati untuk ketiga kalinya dalam arah yang sama.




Kerusakan Besar untuk  Pabrik  Karet.

Di perusahaan karet Boengara dari Rubber Company Si Boelan (administrasi utama: Harrison dan Crosfield), gempa tersebut telah menyebabkan banyak kehancuran. Perusahaan ini, terletak di Bindjei dinding runtuh dari di ruang baling. Sebuah keberuntungan dalam kecelakaan itu tidak ada orang di ruang baling, sehingga tidak ada cedera. Rumah asap di  Boengara  rusak sedangkan rumah asap  di Tandjong Poetri   juga  hanya ringan. Mesin tampaknya telah tetap utuh.


Gereja di Siantar.

Meskipun gempa terasa  keras  Sabtu pagi di  Siantar, menara gereja Katolik masih ada utuh. Arsiteknya Mr. Thierens.


Apa yang Dialami Supir

Kami berbicara hari ini dengan beberapa pengendara mobil  yang Sabtu pagi berada di jalan selama gempa. Pengemudi datang dari Brastagi dalam perjalanan ke Medan melihat celah-celah di aspal dan  akibat  terjadi gempa bumi. Pengendara lain, yang pada saat gempa di jalan Medan - melaju ke Bindjai  harus berhenti karena mobil  bergoncang, terasa seperti mabuk di jalan, hampir tidak terkendali.


Kabar  dari Pangkalan Susu

Seorang pembaca koran kami dari Pangkalan Susu memberitahu kita bahwa Sabtu pagi pukul 7:30, ada yang merasakan gempa kuat. Lalu pukul  8, lalu pukul ,8.20, pukul 09:30 dan pukul 13 siang terasa ada gempa. Gerakan ini dirasakan di bagian timur ke arah barat. Tidak ada kerusakan  terlihat.

 



Sumber Berita : Koran De Sumatra post tanggal  21-09-1936
Sumber Gambar :  
  • Koran De Sumatra post tanggal  21-09-1936
  • Koran De Telegraaf tanggal 25-09-1936


No comments:

Post a Comment