Skip to main content

Posts

Peran Pa Mbelgah, Pa Sendi hingga Pa 'Kelewet

Pada akhir abad ke-19, orang terkemuka dari pedalaman Pesisir Timur adalah pemimpin-pemimpin tradisional yang terkenal berkat wewenang dan ketangguhan bersenjata mereka. Ketika Kruijt melakukan perjalanan eksplorasi untuk tinggal di Dusun tahun 1890 , penduduk Buluh Hawar berpikir bahwa ia pasti akan menemui Pak Mbelgah, (1) sibayak Kabanjahe. Reputasi Pa Mbelgah sebagai pria kuat, kokoh, berani, pandai memimpin dan bertindak, tampaknya sudah terkenal dari Dusun sampai urung Tran di dataran tinggi, di kaki gunung Sinabung. Kemasyhurannya ini terutama diperoleh berkat kemenangan yang baru didapatnya atas sebuah pasukan dari Aceh . Ia dikabarkan telah membunuh dengan tangannya sendiri empat orang Aceh, satu diantaranya seorang tengku .(2) (Silahkan baca tulisan lainnya tentang Pa Mbelgah Klik ) Ketika dataran tinggi di utara Danau Toba dimasukkan dalam wilayah pemerintahan kolonial tahun 1907, tampaknya sibayak Lingga, Pa Sendi, adalah yang paling terlibat dalam kerjasama den...

Kecemasan di Awal 1920 : Usaha Pelestarian Adat Istiadat dan Bahasa Karo

Pelestarian Adat Istiadat dan Bahasa Bagi penduduk asli, paling tidak sejak 1918, sudah ada perasaan bahwa memiliki aksara sendiri adalah suatu tanda “bangsa” yang maju. (1) Bulan Oktober 1924, sebuah tulisan menyatakan bahwa “bangsa Karo” kaya, karena memiliki sebuah bahasa, sebuah adat dan sebuah aksara. Akan tetapi “miskin dan tidak layak, karena tidak menggunakan atau menghormatinya ketiganya.” (2) Sebelumnya awal tahun 1920, seorang koresponden koran Pewarta Deli menyesalkan bahwa bangsa Karo Langkat Hulu membiarkan sebuah “bangsa” lain mengurus perdagangan hasil pertaniannya. Bagi penulis ini, hal itu adalah bukti bahwa “bangsa” ketinggalan dan menjelaskan reputasi buruk bangsa Karo Langkat Hulu di mata “bangsa-bangsa” lain. (3) Ini terjadi semenjak Agustus 1916, banyak orang Melayu di Labuhandeli memutuskan untuk menjual tanah mereka kepada orang Tionghoa dan kemudian menetap di Langkat, dekat Tanjungpura. Beberapa bulan kemudian, gelombang penjualan, yang bahkan ...

Tentang Pa Mbelgah

Pa Mbelgah Oleh Ita Kaban Dalam buku “Sejarah Karo dari zaman ke zaman” karya Brahma Putro (Kongsi Brahmana) terbitan tahun 1979, pada jilid ke-3 (dari 5 jilid) ada dituliskan riwayat Pa Pelita Purba dan Pa Mbelgah Purba. Berikut sekelumit kisah dari beberapa halaman dari buku tersebut : Dalam tahun 1895 sepasukan Laskar Simbisa dari Urung XII Kuta Kabanjahe pimpinan Sibayak Pa Mbelgah dan Sibayak Pa Landas , turun ke Liang Muda, membantu rakyat yang sedang melawan Kompeni Belanda dan tentara Sultan Serdang. Lalu terjadi voorcontak antara pasukan Sibayak Pa Mbelgah dengan tentara Sultan Serdang dan militer Belanda. Pertempuran berlangsung beberapa hari dengan serunya. Di Liang Muda, ada sampai sekarang tumbuh sepohon kayu ‘Cingkam’, separoh batangnya sebelah atas sudah putus karena gencarnya tembakan-tembakan pasukan Sibayak Pa Mbelgah. Mengenai Perang Liang Muda ini, T.Lukman Sinar , SH menerangkan dalam bukunya “Sari Sejarah Serdang” , antara lain sebagai b...

Karo, 1915

Simalungun Rayat ; Katoneng-katoneng (Story of Gurda-Gurdi)

Simalungun Rayat ; Katoneng-katoneng (Story of Gurda-Gurdi) Karo's Song taken from album : "Batak of North Sumatra" (1992) Music Karo Gendang Lima Sendalanen artistic director : Rizaldi Siagian artis Karo : Kilo Ginting Bangun Tarigan Mbaga Ginting Norma br Tarigan     Note : Album "Batak Of North Sumatra CD", oleh label New Albion yang diproduksi pada tahun Juli 1992. Album "Batak Of North Sumatra" terdiri dari 14 track rekaman yaitu :  - Horud Baling - Parsirangan - Haro-Haro - Patahuak Ni Manuk - Pege Sakarimpang - Anggok/Iyo-Iyo - Simalungan Rayat ; Katoneng-Katoneng - Jolo-Jolo Turun - Marungut-Ungut - Marsitogal - Alu-Alu Tu Mula Jadi Na Bolon - Malim - Hata Sopsik - Batara Guru

Iyo-iyo

Norma br Tarigan Iyo-iyo taken from album Batak of North Sumatra (1992) Music Karo The haunting, unearthly music of major Karo ceremonial ensemble. Iyo-iyo, A medley featuring the surdam edge blown flute. artistic director : Rizaldi Siagian artis Karo : Kilo Ginting Bangun Tarigan Mbaga Ginting Norma br Tarigan Note : Album “Batak Of North Sumatra CD“, oleh label New Albion yang diproduksi pada tahun Juli 1992. Album “Batak Of North Sumatra” terdiri dari 14 track rekaman yaitu :

Kisah yang tersisa dari 'Onderneming' Langkat

English: Controller Twerda and mister Bravenboer, land surveyor of the Senembah Company, visiting the Batak kampung Lau Rempak Nederlands: Foto. Controleur Twerda en de heer Bravenboer, landmeter van de Senembah Maatschappij, tijdens een bezoek aan de Batak kampong Lau Rempak om de kampong-grens vast te stellen Date : 1927-1932 Source : Tropenmuseum Laki-laki separoh baya itu digiring ke rumah pamanku. Dia menunduk malu dengan wajah bengkak bekas tonjokan, dan luka lecet disana sini. Dalam sekejab beranda rumah paman sudah dipenuhi orang-orang kampung yang ingin tahu. Seorang laki-laki berusia kira-kira tiga puluhan maju menghadap paman, menceritakan peristiwa yang terjadi dengan suara bergetar penuh emosi. B eberapa waktu belakangan ini dia menaruh curiga pada sang isteri yang bertingkah laku tidak seperti biasanya dan menurut bisik-bisik tetangga, sang istri ada ‘main’ dengan laki-laki separoh baya yang juga sudah beristri dan beranak pinak itu. Sang suami ya...