25 May 2016

Air Minum untuk Medan (1903)



Saluran Air No. 4 oleh K.M. 0.550.
Saluran Air No. 3 oleh K. M. 0.375.

Pengembangan budi  budaya tembakau  di Deli, Langkat dan Serdang di  pantai timur Sumatera telah menyebabkan perkembangan pesat kota Medan. Medan pada tahun 1886  telah menjadi ibukota provinsi, dengan pengalihan dari Bengkalis. Dan pengembangan jalur Kereta Api dilakukan di Medan. Sultan Deli memilih tempat tinggalnya di Medan  dan membangun sebuah istana yang indah.

Secara bertahap jalan dibangun dan juga penerangan listrik.  Penduduk yang semakin meningkat,  kebutuhan air minum untuk keperluan rumah tangga dan mencuci pun tidak mencukupi kota ini.

Medan menderita kekurangan air dan  bahkan tuntutan sederhana kebersihan tidak terpenuhi..

Air Sungai Deli tidak bisa digunakan tanpa proses pembersihan  sebelum dipakai  untuk keperluan rumah tangga, sumur tidak bisa diminum dengan tanpa  proses pembersihan.  Tidak adanya air minum yang bersih setiap tahun timbul kasus kolera dan tipus. Pada tahun 1901 angka kematian  adalah 40 kasus di antara seribu orang.

Penduduk Medan pada tahun 1900 terdiri dari:
Eropa
 : 549 orang
Pribumi :  3.129 orang
Cina
: 7.745 orang
Arab
:  34 orang
Orang  asing lainnya : 1.267 orang
Dengan demikian total
:  12.724 orang

Mellihat situasi ini, Deli Maatschappij dalam rangka  memecahkan masalah ai tertanggal 3 Februari 1903 melakukan kontrak pengerjaan  jangka waktu satu tahun.

Sumber air yang dipilih ada  tiga sumber dekat dengan Roemah Soemboel. Mereka  berasal dari Lau Benterodan (Lau Benteludan) dan memiliki debit air lebih dari 120 liter per detik.  Pemeriksaan bakteriologis oleh  tuan  Dr. J. GC Vriens, Kepala VTTTe divisi \ an Kebun Raya di Buitenzorg. Dr. W. A. Kuenen, dokter dari Senembah Maatschappij dan Dr. H. Durk, seorang profesor di Sekolah Tinggi di Munich. Hal ini terbukti menjadi sangat cocok untuk air minum.

Anggaran biaya konstruksi oleh Bapak Boshuyer ditarik ditutup dengan jumlah ƒ 500.000. Rancangan itu disetujui oleh Mr Dish.

Dari mata air Roemah Soemboel wajib memasok kuantitas hingga 3000 m3 per hari. Per hari dari jumlah total akan dialokasikan 130 M3 per hari untuk distribusi gratis untuk umum, dan selain itu  untuk pemadam kebakaran  akan bebas untuk digunakan. Pembagian gratis ini ke harus dilakukan bagi masyarakat  dengan membuatn minimal  10 hidran, 5 pancuran air minum  dan  3 tempat  pemandian umum.


Tiga sumber yang terletak di Kampong Roemah Soemboel  berada 37 Km  selatan dari kota  Medan dan posisinya berada  500 M lebih tinggi dari kota Medan.  Lokasi ini luasnya  lebih dari 80 Ha dan telah. diserahkan oleh Sultan Deli.

Bangunan sumber air di Roemah Soemboel.


Reservoir di  MEDAN.
 Kapasitas 1.200 Meter kubik
Perusahaan Deli Tua. Volume tangki 75 Meter kubik.. Tinggi  8 Meter
Pipa  di K. M. 13.900.
 

Dari buku :   Drinkwaterleiding te Medan
Diterbitkan tahun :  1919

No comments:

Post a Comment