25 May 2016

Guru Ponto, Guru Pesik, Guru Tampenawas dan Guru Martin

Guru Ponto (duduk), Guru Pesik ( kiri),  Guru Tampanawas  (kanan), dan  Guru Martin (berdiri di tengah)
Dari buku :  Uit den aanvang der Karo-Batak zending
Penulis :  Ponto, Nikolaas
Tahun Publikasi buku :  1909


Pada 18 April 1890, Nederlands Zendelingenootschap (NZG), mengutus Pdt. H.C. Kruyt dari Tomohon, Minahasa, ke Tanah Karo.  Kruyt tinggal di Buluh Awar yang menjadi pos penginjilan yang pertama di Tanah Karo. Tahun berikutnya dia menjemput empat orang Guru Injil yaitu B. Wenas, J. Pinontoan, R. Tampenawas, dan H. Pesik. Keempat orang inilah yang menjadi rekan Kruyt melakukan penginjilan di Karo. Sebelumnya, keempat orang ini juga bekerja di daerah Minahasa, Sulawesi Utara.
Pdt. Henri Guillaume (utusan RMG dari Jerman) datang juga dari Saribudolok yang sebelumnya tinggal di Tapanuli. Bersama dengan Pdt. Henri Guillaume, datang pula seorang guru injil, bernama Martin Siregar.
 
Perjalanan di Dusun. Menelusuri sungai Seroewe.
Dari buku :  Uit den aanvang der Karo-Batak zending
Penulis :  Ponto, Nikolaas
Tahun Publikasi buku :  1909
Rumah guru Ponto di  Boeloeh Awar.
Dari buku  :  Uit den aanvang der Karo-Batak zending
Penyusun :   Ponto,Nikolaas
Tahun :  1909

No comments:

Post a Comment