26 January 2017

3.000 Orang Eropah Hadir Saat Peresmian Bandara Berastagi.


 Brastagi. Eropa di daerah tropis.! Dengan latar belakang Sibajak.

Bandara Berastagi diresmikan pada hari Minggu tanggal 16 September 1934. Pada  artikel sebelumnya telah digambarkan bagaimana kemeriahannya. Ada 20 pesawat terbang yang ikut serta dalam pembukaan bandara ini. Dan ada 3.000 orang Eropah hadir saat itu. Dan ikut pula hadir masyarakat Karo dan masyarakat Sumatera Pantai Timur lainnya.

Koran De Sumatra Post pada tanggal 17-09-1934 menuliskan : 


Bandara Brastagi.

 2400 Tiket Terjual

Kita  menemukan informasi total 2.400 tiket masuk dijual untuk pembukaan bandara di Berastagi, sehingga total sekitar 3.000 orang Eropa telah hadir di pembukaan.

Dan Hotel Frisia (Berastagi)  ikut juga berpartisipasi pada acara ini.  Dua prasmanan tersedia di Bandara Berastagi  bagi pengunjung  yang haus dan lapar sambil menyaksikan pertunjukan udara. Tidak diragukan lagi banyak  pengunjung yang menyukai sajian ini.

Beberapa hari sebelumnya Koran De Telegraaf bertanggal  10-09-1934 menuliskan, layanan KNILM dengan dengan koneksi reguler Brastagi-Medan direncanakan akan tersedia  setiap minggu, terutama untuk akhir pekan. Tarif ditetapkan sementara adalah  f 12.50 sekali jalan dan  ƒ21.25 bila membeli tiket pulang pergi.


Minat untuk berwisata ke Taneh Karo kian bertambah dengan adanya akses penerbangan udara ini, Apalagi ditambah dengan wisata mengelilinginya dari udara.

De Sumatra Post pada tanggal  31-01-1936 menuliskan :



Penerbangan Tamasya ke Berastagi.

Di atas kawah Sibayak dan Danau Toba

Minggu  lalu delapan puluh orang tercatat  mendaftar  ke K. N. I. L. M untuk melakukan penerbangan tamasya berkeliling di atas  dataran tinggi.  Perjalanannya tak hanya ke Berastagi tapi lebih  lagi hingga dapat menyaksikan   kawah Gunung  Sibayak atau Danau Toba. Pesawat  Fokker akan membawa mereka ke bidang yang lebih tinggi. Mengingat keberhasilan penerbangan sebelumnya , dataran tinggi layak dilihat, walau kesempatan untuk penerbangan wisata ini terbatas.

Dalam perjalanannya, yaitu 4 tahun setelah diresmikan, untuk pengembangan Bandara Berastagi,  Koran De Sumatra Post pada tanggal  07-12-1938 menuliskan Komisi Kebudayaan di Dewan  sudah menyetujui agar pemerintah memberi subsidi sebesar f400 dari permintaan f750. Saat itu Dewan Daerah komisi Kebudayaan menyusun  Anggaran tahun  1939. Pada pertemuan tersebut hadir : Dr. H. Kolkman, Asisten Residen, L. Sark, Jhr. C. L. A. van der Wyck, Ir. JAA Hoefnagels, GG Kooy, Ass. Residen Deli dan Serdang, ZH Sultan Deli, Ass. Resident Langkat, ZH Sultan Langkat, Ass  Residen Simeloengoen dan Karolanden, Khoe, Hjin Tek,  Anggota Dewan  AM de Boer, Ir. A.J. Dikken, A. F. W. Delsman, R. M. G. B. R. Wagner, C. G. J. Bos, Z. H. Sultan Asahan, Ass. Resident Asahan,  Controler Serdang Z. H. Sultan Serdang,  M. H. J. Bool, Ir. P. M. Fisher, J. France, Ir. R. Ypres.


Bersama pembangunan Bandara Berastagi ini, pembangunan jalan di Goendaling juga dilakukan. Direncanakan pembangunan  jalan masuk dan keluar yang berbeda dikarenakan jalan yang ada berada di antara tebing dan jurang. Tapi itu tak mengurangi keindahan dari kota Berastagi ini.

No comments:

Post a Comment