10 Juni 2016

Zending Karo (1926)





Setelah 30 tahun penginjilan pada masyarakat Karo, terutama setelah sarana transportasi dan komunikasi telah lebih baik, maka banyak pemuda Karo pergi melanjutkan studinya ke kota-kota besar di Sumatera Timur, Sumatera Barat dan Pulau Jawa.

Untuk mengembalakan mereka dibentuklah Zending Karo.

a. Pembentukan Zending Karo.

Pada tanggal 26 Juli 1926, lahir Zending Karo. Zending ini adalah gerakan Perkabaran Injil oleh Kristen Karo sendiri kepada masyarakat Karo. Dana dan kegiatan Zending Karo didukung oleh Kristen Karo sendiri, tidak bergantung kepada bantuan lain.

Pada Sidang Gereja Juli 1928, diputuskan membuka sebuah asrama di Medan. Empat tahun kemudian rencana itu terealisasi. Zending Karo sudah dapat menyewa sebuah rumah di Jl. Sei Kera no.101 Medan pada bulan Desember 1932.

b. Pesta Zending Karo di Lingga

Pada tanggal 7 Oktober 1928, jemaat Kristen Karo di desa Lingga mengadakan pesta Zending Karo bertempat di gereja Lingga. Raja Urung Sibayak Kabanjahe dan Telu Kuru hadir dalam pesta Zending ini.

Raja Urung Telu Kuru memberikan kata sambutan. Beliau juga memberikan persembahan ayam putih, beras putih dan telur putih beserta doa semoga Zending Karo semakin maju. Pesta ini mengumpulkan dana £ 52.10.

c. Zending Karo di Lau Simomo

Pdt. H.G van Eelen memberitakan bahwa semua para penderita kusta di Lau Simomo memberikan persembahan sebanyak £150 untuk Zending Karo. Berita ini sangat menggugah hati oleh karena para penderita kusta tersebut dengan segala penderitaannya telah memberikan persembahan begitu besar.
  

09 Juni 2016

Ini Sibayak Pa Mbelgah, Bukan Oppu Halto

Untuk sebuah pelurusan sejarah, berikut ini perlu diberitahukan tentang kesalahan pemuatan gambar yang dilakukan beberapa media. Bahwasannya gambar yang mereka sematkan adalah gambar dari Sibayak Pa Mbelgah dan itu bukan gambar Oppu Halto.

Pa Mbelgah adalah Sibayak dari Kabanjahe. Pada tahun 1895 sepasukan Laskar Simbisa dari Urung XII Kuta Kabanjahe pimpinan Sibayak Pa Mbelgah dan Sibayak Pa Landas, turun ke Liang Muda, membantu rakyat yang sedang melawan Kompeni Belanda dan tentara Sultan Serdang.

Lalu terjadi voorcontak antara pasukan Sibayak Pa Mbelgah dengan tentara Sultan Serdang dan militer Belanda. Pertempuran berlangsung beberapa hari dengan serunya.

Mengenai Perang Liang Muda ini, T. Lukman Sinar, SH  menuliskannnya dalam bukunya “Sari Sejarah Serdang."



Nama Sibayak Pa Mbelgah, sangat termashur tidak hanya di dataran tinggi Karo, tapi juga di daerah Sinembah Tanjung Muda Hulu dan HIlir, di Deli, Langkat Hulu. 


https://pardedejabijabi.wordpress.com/2013/05/01/kesetiaan-pejuang-batak-terhadap-sisingamangaraja-xii/

http://www.tobatabo.com/814+kisah-oppu-halto-kesetiaan-pejuang-batak-terhadap-sisingamangaraja-xii.htm

Dari penjelasan Tropenmuseum dikatakan bahwa gambar berikut adalah : Foto dari Sibayak Pa Mbelgah.



Portret van Sibayak Pa Mbelgah
Fotograaf : T (Tassilo) Adam

Op deze foto is een portret te zien van Sibayak Pa Mbelgah uit Kabanjahe, gemaakt door Tassilo Adam, waarbij alleen zijn hoofd zichtbaar is. Dat laatste zorgde voor enige opschudding, zoals te lezen valt in een krantenartikel d.d. 27 februari 1918.

Pa Mbelgah overleed op 21 februari 1918 (Adam 1919: 34). Planter, verzamelaar en fotograaf Tassilo Adam schatte zijn leeftijd over de zeventig toen hij hem in de jaren tien portretteerde (Adam 1930: 121). Onder de kop "Pa Mulga" werd door de Sumatra Post een tweetal artikelen gewijd aan de dood van deze ‘sibayak’, een invloedrijke lokale leider uit het Karo Batak dorp Kabanjahe. (1) Op 25 februari schreef de krant :

Selanjutnya bisa disimak di laman berikut ini  : Portret van Sibayak Pa Mbelgah




Pemusik Karo di Depan Sultan Deli (1920-1921)



Pemusik dari Karo hadir didepan Sultan Deli. Datuk dari Deli menari dengan perempuan Karo.
Karosch orkest den Sultan van Deli hulde brengend. Datoe's van Deli dansen met vrouwen van Karosche hoofden.


Dari buku : De volken van Nederlandsch-Indië in monographieën
Halaman : 133
Tahun : 1920-1921
Penulis : Eerde, J.C. van



Sigarantung (Karo Timur)



 Lumbung beras dan tempat pengeringan untuk jagung di kampung Karo Timur di Sigarantung.
Eenvoudige rijstschuur en droogrekken voor mais in het Karosch-Timoersche dorp Si Garantang.

Di keterangan foto disebutkan Karosch Timoersch dorp (kampung Karo Timur) dengan asumsi bahwa wilayah Silima Kuta dan Dolok Silo adalah Taneh Karo Timur

Ada 3 musim kerja tahun di Taneh Karo :  merdang di Karo Timur, rani di Karo Barat, dan erbunga benih di Karo Ketengahen serta abstain kerja tahun di Karo Jahe bagian tengah khususnya 12 Kuta, Serbenaman, dan Binge. 

KETIMURAN dari Silima Kuta dan Dolok Silo adalah sebagai bagian dari dinamika pertanian padi ladang di TANEH KARO.