24 Maret 2015

Perpisahan dengan Pdt. Neumann (1949)




Hadiah dari Penderita Lepra

Akhirnya, Pdt. Neumann pada kesempatan itu menerima sebuah miniatur rumah adat Karo yang sangat berseni. Diterima sebagai hadiah dari penderita kusta di Lao Simomo. Neumann telah banyak melakukan pelayanan di rumah sakit lepra ini, dan pemberian ini adalah buatan pasien sendiri.

Rumah Sakit Lepra Lao Si Momo berada 11 KM. dari Kabandjahe, dan sekarang dipimpin oleh putra Pendeta Pdt Neumann, yaitu H. Neumann. Saat ini, daerah itu kurang aman. Penghulu utama, yang membawa pihak manajemen saat ini, datang ke Medan untuk menyerahkan hadiah pada acara ini.. Ada sekitar 270 pasien di Lao Si Momo, termasuk 106 perempuan. Sementara bahan makanan yang diperlukan sangat memprihatinkan di Kabandjahe.

Sayangnya, ketidakamanan di wilayah ini tidak mengijinkan H. Neumann pergi ke Lao Si Momo.


Dari Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra bertanggal  13-07-1949.

Sebuah miniatur rumah adat Karo yang dibuat sendiri adalah hadiah yang diberikan pada Pdt. Neumann. 
Sekarang Rumah Sakit Lepra di Lao Simomo terisolasi dan  tidak aman. Di Kanan : ibu Neumann.
 Dituliskan di Harian : Het nieuwsblad voor Sumatra
13-07-1949
Sumber :  Delpher.nl

Tulisan aslinya :

GESCHENK VAN LEPROZERIE

Ten slotte mag niet onvermeld blijven, dat ds. Neumann op deze receptie een kunstig vervaardigd Batak huis je ontving als geschenk van de lepralijders in Laoe Si Momo. Ds. Neumann heeft zeer veel gedaan voor deze leprozerie, en hoe dit op prijs is gesteld blijkt wel uit dit cadeau, dat de patiƫnten geheel zelf vervaardigd hebben.

De leprozerie van Laoe Si Momo, 11 k.m. van Kabandjahe, staat thans onder leiding van de zoon van ds. Neumann, de heer H. Neumann. Deze is echter niet in staat de kolonie te bereiken vanwege de onveiligheid. De hoofd penghoeloe, die de dagelijkse leiding voert, was voor deze gelegenheid met het geschenk naar Medan gekomen. Van hem vernamen wij, dat zich thans ca. 270 patiƫnten in Lao Si Momo bevinden, w.o. 106 vrouwen. De nodige levensmiddelen worden uit Kabandjahe betrokken.

Helaas laat de onveiligheid in dit gebied niet toe, dat de heer H. Neumann zich naar Laoe Si Momo begeeft.



Gereja Baru di Sibolangit (1937)




Koran De Sumatra Post pada tanggal 13-12-1937 mengabarkan peresmian gedung gereja yang baru di Sibolangit. Assiten ResidenDeli dan Serdang, Mr. J.Allaart meresmikannya.

Sumber : Delpher.nl




Bermain Catur di Lao Simomo (1938)



Penderita kusta yang ditempatkan di Lao Simomo bermain catur.
Schakende lepralijders in het dorpje Lao si momo.

Foto ini dimuat di harian Nieuwsblad van Het Noorden bertanggal 05-03-1938.
Sumber : Delpher.nl




Berjualan Jengkol di Sibolangit (1940)


Perempuan Karo menjual jengkol di Pasar Sibolangit. 
Karo vrouwen verkopen djeukol zaden op den pasar (markt) van Sibolang.

Foto ini dimuat di media Panorama bertanggal 19-09-1940.

Sumber : Delpher.nl