29 Januari 2015

Kekaguman Mereka pada Tarian, Musik dan Rumah Adat Karo (1917)


...di kehidupan Karo, pada kegiatan yang menunjukkan ekspresi sukacita, orang-orang Karo memiliki tarian. Tari bela dirinya mengejutkan, juga ada tarian dimana wanita dengan pria  di depan umum dapat menari bersama-sama. Sederhana dan berkesan maknanya, jauh di atas kita kita yang menyembah Barat. Kadang disela tarian ada puisinya......




Pameran "Batak"

Pameran Seni dan Kerajinan "Batak", mengenalkan objek dari penggunaan sehari-hari dan juga yang terkait dengan kehidupan beragama, baru-baru ini  diadakan di  Medan. Dan akan dilakukan, dalam waktu yang berdekatan di ibukota Jawa, di mana divisi Liga Lingkaran Seni Hindia Belanda lah yang membuat tur. Bagi penduduk Deli, sekarang mereka   menghabiskan waktu "liburan akhir minggu” di dataran tinggi Karo.  Saat ini  mereka tidak menawarkan banyak hal yang baru; umumnya dikenal sebagai  gaun Karo dengan kainnya berwarna indigo-biru gelap,  juga mereka membuat dinding di rumah-rumah bercat terang  memberi efek yang   bagus, juga ada hiasan kitang  (tempat minum air nira atau juga tuak), poestaka atau buku-buku, dan Tagan Bilang Bilang, yaitu potongan bambu pendek, di mana orang Karo menulis puisi atau lagu dengan cara mengukir padanya  dan orang kota  dapat melihat mereka makan bersama.

Bagi mereka yang ingin datang,  transportasi mobil telah dibuka, banyak pengembangan menggembirakan. Jalan telah ada, bahkan saat ini ada 1.000 lembu dengan gerobaknya terdata menuju ke Danau Toba, dimana jaraknya  130 Km dari Medan. Klakson-klakson  mobil telah terdengar diperjalanan untuk membuat iringan itu menepi memberi jalan..

Akan terlihat para istri sedang bekerja di ladang, di perkampungan ada yang pintar menciptakan alunan musik, ada bermain dadu, ada yang bermain Catur. Dan "Batak" Institut  telah memberikan mereka  keterampilan pertukangan dan didirikan  sekolah kerajinan dengan asramanya  di Kabandjahe.

Ada pemusik Karo yang piawai dan ada seoarang penulis yang memberikannya julukan Beethoven, pemusik terkenal dari Eropa. Dia memainkan alat musik dengan dua senar (dari akar serat pohon palem).  Alat musik yang bernama "koeltjapi" (mandolin jenis kecil) mampu  mengejutkan  pemusik berpendidikan Eropa dan benar-benar menyenangkan. Dalam nada-nada musiknya ia mengisahkan burung  yang terbang meninggalkan sarang dan berkeliaran namun  ketika burung  itu kembali, rumahnya telah terbakar, hancur, dan terpisah dari pasangannya. (Yang dimaksud pemusik tersebut adalah Pa datas, bisa dibaca pada tulisan : Pa Datas, Beethoven dari Karo (1920) - bagian 1 dan Pa Datas, Beethoven dari Karo (1920) - bagian 2)

Di kehidupan Karo, pada kegiatan yang menunjukkan ekspresi sukacita, orang-orang Karo memiliki tarian. Tari bela dirinya mengejutkan, juga ada tarian dimana wanita dengan pria di depan umum dapat menari bersama-sama. Sederhana dan berkesan maknanya, jauh di atas kita yang menyembah Barat. Kadang disela tarian ada puisinya, dengan ini saya memberikan beberapa contoh:

Bintang perbintang-bintang,
Merkat Sukat sinuan
Mata pertintang-tintang.
Mberat babah erkuan

Kutabah Poula serembak,
Mbulak Kalang-kalangen,
Metabu kata pedempak,
Tundal sipandang-pandangen

Suan Bunga pindjaule,
Dalin ku djuma berneh
Rekoean kita taule,
Taroendu lou pe tesereh

28 Januari 2015

Deleng Babo (1904-1906)

Deleng Babo
 Die drei Terrassen am Del. Babo. Karo-Land. Blick von der Niederterrasse aus, im Vordergrunde eine junge Flußschlucht.

Sumatera Utara: laporan dari Berlin yang dilakukan di tahun-tahun 1904-1906 atas nama Royal Prussian Academy of Sciences dari ekspedisi Humboldt Foundation, Nomor 1, 1 Januari 1909 - Bab V. Tinjauan tentang struktur geologi. 


Deleng Buah Raja (1904-1906)

Lapisan difraksi di selatan Deleng Buah Radja di Limang.
Schichtenbeugung am südlichen Deleng Buah Radja bei Limang.

Sumatera Utara: laporan dari Berlin yang dilakukan di tahun-tahun 1904-1906 atas nama Royal Prussian Academy of Sciences dari ekspedisi Humboldt Foundation, Nomor 1, 1 Januari 1909 - Bab V. Tinjauan tentang struktur geologi. 



Sekolah Perkebunan di Berastagi (1928)

Sekolah Perkebunan  di  Berastagi (1928)
Plantersschool te Brastagi.

Sekolah Perkebunan  di  Berastagi (1929)
Plantersschool te Brastagi.
Sumber  Colonial.library.leiden.edu

Sekolah Perkebunan  di  Berastagi (1928)
Plantersschool te Brastagi.
Sumber  Colonial.library.leiden.edu

Pa Pelita


Wawancara dengan Pa Pelita
Gesprek met Pa Palita
Ons land van onbeperkte mogelijkheden, 1914