18 March 2015

Kunjungan Presiden Sukarno ke Tanah Karo (1951)



Sabtu 28 Juli 1951


Presiden Berbicara  

Presiden Soekarno memulai pidatonya dengan berterima kasih kepada orang-orang yang hadir di Kabandjahe di mana telah memenuhi tugasnya selama Revolusi dalam beberapa tahun. Dia ingat bahwa  ia berada di Kabandjahe pada 1 Januari 1949 sebagai tahanan. Kemudian dari Brastagi, di mana tentara Belanda telah menahannya delapan hari di kenderaan tertutup, ia dibawa melalui Kabandjahe menuju Prapat, "karena tentara Belanda telah mendengar bahwa orang-orang dari Kabandjahe dan Brastagi itu ingin membebaskan "bapak" nya".

Sekarang - lanjut Presiden - Indonesia telah memperoleh kemerdekaannya. Banyak yang harus dibangun di Kabandjahe, oleh kebijakan bumi hangus telah hancur, rakyat meminta bimbingan dan dukungan, dan siapa yang akan bisa melakukannya. Rekonstruksi adalah tugas kita bersama, dan untuk ini kita harus bekerja keras. Kita sempurnakan menuju masyarakat adil dan makmur. Apa yang kita dapat bila kita merdeka namun rumah kita bocor dan tidak ada untuk makan? Bendera ini tidak bisa kita makan, sambil menunjuk tinggi merah dan putih di atasnya yang tertiup angin.

Presiden kemudian menunjuk ke beberapa spanduk, yang mencuat dari keramaian. Beberapa meminta perbaikan hidup pekerja Pekerjaan Umum, Presiden berjanji untuk perhatikan, tapi: "Bukan hanya para pekerja Pekerjaan Umum, seluruh bangsa patut beroleh nasib yang lebih baik. Untuk itu kita bekerja, penuh tujuh jam sehari. "

Yang lain spanduk berisi penghapusan perang. ("Tidak Ada Perang"). Presiden menjawab bahwa meskipun tidak ada perang, tetapi masih ada gerombolan. "Apakah kita merdeka, saat orang kebingungan menghapus ketakutan menghadapi gerombolan? Bersama-sama kita harus memastikan keamanan, kita semua. SOB akan dihapuskan secepatnya  Indonesia harus aman. "

Presiden menyimpulkan untuk kembali bekerja keras.



Setelah berpidato di Kabanjahe, Presiden Soekarno pergi ke rumah Bupati, di mana ia makan siang. Setelah kunjungan singkat ke Makam Pahlawan, perjalanan dilanjutkan ke Berastagi. Sepanjang perjalanan orang-orang menyambutnya dengan sangat antusias.

Sebelum tiba di Bungalow BPM, Presiden Soekarno menyinggahi bukit Gundaling. Sabtu malam, bertempat di pelataran Bungalow BPM dilakukan kegiatan menari bersama Presiden.  

Minggu pagi pukul 8:00 Presiden Soekarno melanjutkan perjalanan Medan.

(Sumber dari Harian : Het nieuwsblad voor Sumatr, 30-07-1951)


Sebelumnya telah diberitakan rencana kunjungan Presiden Soekarno ke Tanah Karo di harian : Het nieuwsblad voor Sumatra bertanggal  23-07-1951 menuliskan :

Program kunjungan Presiden Soekarno

Program kunjungan Presiden Sukarno besok sampai Senin depan di Sumatera Utara, adalah sebagai berikut:

Selasa, 24 Juli: 15.30 tiba dari Padang ke Medan. Penerimaan oleh panitia dan perwakilan asing, dan kepala staf komando pasukan dan teritorial Sumatera Utara. Berangkat dari bandara ke rumah gubernur; penerimaan Komite (Gubernur Abdul Hakim dan Kolonel Simbolon), kepala departemen, pejabat dan perwakilan partai dan organisasi: 16:30-17:30: pertemuan publik pada Lapangan Merdeka (Esplanade). (Hanya undangan) Penerimaan di Kediaman Gubernur: 20:00-22:00. 

Rabu, 25 Juli: 07:30: mengunjungi Taman Pahlawan (pemakaman Medan) 08.00: keberangkatan dari Medan ke Bindjei 8:30-9:30: Pertemuan umum di Bindjei 09.30: keberangkatan ke Pangkalan Brandan 11:00-00:00 :.Pertemuan Umum di Pangkalan Brandan. 12,00-13,30: istirahat 13:30: Berangkat menuju Langsa (tiba 17:00) 20:30-21:30:  pertemuan tertutup di Langsa dengan pejabat militer sipil dan para pemimpin partai dan organisasi dan tokoh-tokoh lainnya 

Kamis 26 Juli :. 8:00-09:00 : pertemuan umum dengan masyarakat Langsa 09.00: berangkat ke Medan (tiba 14:00) 14:00-20:00: istirahat 20:00-21:00 : pertemuan dengan tokoh pemuda

Jumat 27 Juli: 07:30: Berangkat menuju Tebing Tinggi (tiba 9:30) 9:30-10:30: pertemuan dengan masyarakat Tebing Tinggi 10.30: berangkat menuju Siantar (tiba 11:30) 11:30-15:00: istirahat 15:00-16:00 : pertemuan dengan masyarakat Siantar.  Berangkat ke Parapat untuk menghadiri malam seni .


Sabtu 28 Juli: 08.00: berangkat dari Parapat melalui Seribudolok ke Kabandjahe (tiba 11:30). 12:00-13:00: Pertemuan Umum di Kabandjahe. 13:00-14:30: istirahat. 14.30: berangkat dari Kabandjahe ke Berastagi, dalam perjalanan juga dilakukan acara mengunjungi Taman Makam Pahlawan di Kabandjahe. 20:00-22:00: Malam kesenian di Berastagi

.

Minggu 29 Juli: 08.00: berangkat dari Brastagi ke Medan (tiba 10:00). 10:00-10:30: mengunjungi rumah untuk Rumah Sakit. 11:00-12:00: pertemuan dengan polisi. 12:00-17:00: istirahat. 17:00-18:00: pertemuan dengan tentara. 20:00-22:00: malam kesenian di Balai Peradjurit. 

Senin 30 Juli: 8:00-09:00: pertemuan dengan berbagai pihak dan organisasi. 9:00-10:00: istirahat. 10:00-11:00: pertemuan dengan organisasi perempuan. 11:00 -, 13:00: istirahat. 13.00: berangkat ke Kutaraja.



Harian : De nieuwsgier
04-08-1951
Beralih di Kabandjahe, Presiden Soekarno mengunjungi Taman Makam Pahlawan
(Foto IPPHOS
Sumber : Delpher.nl



 Harian : Het nieuwsblad voor Sumatra

19-03-1957
Di Kabandjahé, Presiden diberikan replika rumah adat berbahan perak.
"tujuan kita untuk masyarakat adil dan makmur, kita semua harus bekerja keras dan bekerja sama"
Sumber : Delpher.nl



Harian : Java-bode :
07-08-1951
Presiden Soekarno di tengah-tengah orang-orang dari Berastagi. 
Presiden menari
(Foto IPPHOS)
Sumber : Delpher.nl



 Harian : Het nieuwsblad voor Sumatra
30-07-1951
Sumber : Delpher.nl

 
Program kunjungan Presiden Soekarno ke Sumatera Utara
Harian :  Het nieuwsblad voor Sumatra
23-07-1951
Sumber : Delpher.nl




No comments:

Post a Comment