17 March 2015

Pengangkatan Sibajak Mandoer Baroes (1937)




Baroes Djahé, Karolanden.
Date      1914-1918
Source: Tropenmuseum
Dari koran  De Sumatra post (17-12-1937)



Sibajak Baroes Djahe dilantik

Pesta besar bagi masyarakat.  Upacara yang menarik.

Dalam acara besar kemarin,  Sibajak baru dari  Baroes Djahe dilantik. Perayaan dan upacara berlangsung dari jam 10:30 pagi  sampai sore.  Jalannya peristiwa itu sebagai berikut : pada pukul  10:30 Asisten Residen Simeloengoen dan Karolanden tiba dengan rombongannya di Kantor  Oeroeng  Si VII Koeta. Saat kedatangan Asisten Residen   tembakan penghormatan dilakukan, yang dijsambut oleh tembakan dari gedung Kerapatan  dari Baroes Djahe.

Dikawal oleh pasukan adat berjalan menuju gedung  Kerapatan.  Dua orang memegang pedang di tangan dan melakukan tarian "mentjak." Dari gerbang kedatangan menuju gerbang gedung Kerapatan, di kedua sisi jalan perempuan dalam pakaian adat berseru "alop-pa pa-lopa, alop-palopa, wai-wa-wa," sambil memegang jerami padi. Asisten Residen diterima di bawah tangga dari gedung Kerapatan  oleh Wakil  Sibajak  Baroes Djahe (Sibajak Garang).

Sibajak Baroes Djahe yang baru (Sibajak Mandoer Baroes) tampil ke depan untuk diperkenalkan kepada Asisten Residen.  Sibajak Baroes Djahe bersama "kalimboeboe dan anak beroe-senina Keradjaan” dan para tamu undangan yang  sudah hadir berdiri. Para pejabat pemerintah yang hadir berpakaian baik, menggunakan  rok dan  jas.

Lalu Sibajak Baroes Djahe yang baru  bersama Asisten Residen duduk, mengambil posisi semula di bawah panggung bersama Penghulu Balai Raja Baroes Djahe.  Lalu Sibajak Baroes Djahe maju dan memulai acara :


Sibajak Mandoer Baroes

Putra  tertua  dari Sibajak Paradjamantas,  penguasa  Baroes Djahe, menurut adat penggantinya kini telah mampu memenuhi tuntutan. Dalam rangka ini, ia mengundang untuk menyaksikan peralihan kekuasaan ini. Permintaan tersebut harus didukung penuh oleh wakil-wakil dari "kalimboeboe, anak beroe, senina Keradjaan".

Asisten Residen mengungkapkan hal itu dalam bahasa Melayu bahwa Pemerintah telah menyetujui permintaan Sibajak Baroes Djahe agar Mandoer Baroes sebagai Pimpinan Baroes Djahe. Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Sibajak  Baroes Djahe untuk layanan yang diberikan olehnya selama berkuasa. Setelah itu  Sibajak  Baroes Djahe yang baru naik ke atas panggung.

Sibajak Baroes Djahe yang baru menyatakan bahwa ia menerima penunjukan sebagai  penguasa dan akan mematuhi "Akta Pernyataan Ikatan" yang ada.


Kontroler Karolanden meminta Sibajak Baroes Djahe yang baru, membacakan  "Akta Pernyataan Ikatan" dalam bahasa Melayu dan Belanda.  Lalu Sibajak Baroes Djahe yang baru mengangkat tangan untuk bersumpah dengan sesuai adat.

Sibajak yang baru dilantik dengan cara berikut. Anak beroe Keradjaan memberikan Sibajak Baroes Djahe yang baru campuran beras, lada, kunyit dan air.   

Lalu berkata :

Tangar ko beras, lada, koening, laoe; adi la koeikoetken bagi kata soerat perpadanenkoe enda ras Keradjaan Belanda mate akoe iboenoeh beras, iboenoeh lada, iboenoeh koening, iboenoeh laoe; akoe.
Dengarlah, sumpah ini; jika saya tidak bisa memenuhi perjanjian dengan pemerintah Belanda, kekuatan sumpah membunuhku.

Sibajak yang baru telah bersumpah.  Lalu penguasa  Baroes Djahe sebelumnya  yaitu Sibajak Paradjamantas, melangkah maju dan memberikan "Pisaoe Poesaka."  Dan juga "Boekoe Poestaka" (di mana dijelaskan asal usul merga Karo-karo Baroes) diserahkan kepada Sibajak  yang baru. Sementara 1 duplikat buku itu ditawarkan kepada  Asisten Residen.


Asisten Residen merasa senang.  Asisten Residen kemudian mengajak  bersulang untuk penguasa yang  baru.

Sementara tembakan penghormatan dilakukan untuk menghormati  Sibajak Baroes Djahe  yang baru. Tanda telah disahkannya Pimpinan Penguasa  Baroes Djahe yang baru.   

Sibajak  Baroes Djahe kemudian mengajak Asisten Residen dan rombongan untuk mengunjungi   area festival, yang terletak di kesain Roemah Djoeloean.  Diikuti dengan acara dengan makan bersama.

Sumber :  Delpher.nl















No comments:

Post a Comment