25 February 2012

Orang Karo Tahun 1894 di buku Von Brenner


Orang Karo (tahun 1894) digambarkan seperti dalam buku : Besuch bei den Kannibalen Sumatras 
yang ditulis oleh Joachim  von Brenner-Felsach (sumber klik)



Dari hasil diskusi di FB Group Jamburta Merga Silima :




    • Ita Apulina Silangit ganteng kali ya..
      Wednesday at 6:53pm ·  ·  1


    • Juara R Ginting Gambar-gambar di buku Von Brenner itu memang dilukis (drawing), tapi berdasarkan film kaca yang dimilikinya. Bukan lukisan fiktif. Jadi, gantengnya dua pemuda itu bukan hasil khayalan. Laki-laki Karo memang terkenal ganteng dari dulu. Ibu Fatmawati (istrinya Sukarno) pernah menyebut Selamat Ketaren (ayahnya Alex Ketaren) sebagai prajurit terganteng di Indonesia. Menurut kisah Sibayak Kutabuluh, sibayak ini mendapat uang banyak karena dipamerkan di depan Istana Maimun dalam acara mirip Medan Fair sekarang tapi di masa kolonial sebagai Pemuda Batak Ganteng.
      Wednesday at 6:59pm ·  ·  3

    • Ita Apulina Silangit wah...beruntunglah perempuan Karo yang dapat gadis Karo...it must be laki-laki ganteng yo.....:) tapi kedua model di atas, emang eksotik, ganteng dan sexy...
      Wednesday at 7:01pm ·  ·  1

    • Juara R Ginting Von Brenner adalah ahli geologi asal Jerman. Karo menjadi tujuan expedisinya karena dia mendengar adanya tambang emas di sana (Deleng Pengkuruken, perbatasan Karo-Langkat) dan karena Karo dikenal sebagai pandai emas terbaik di seluruh Asia Tenggara (hal ini terutama dibuat terkenal oleh, lupa pulak tiba2 namanya, yang menulis buku The History of Sumatra).

    • Ita Apulina Silangit Edwin Loeb abang Juara R Ginting..CMIIW..
      Wednesday at 7:04pm ·  ·  1

    • Yoel Kaban Tarik ka lebe isapndu, Ma.. Gelah mis ka kari inget :D
      Wednesday at 7:04pm ·  ·  1

    • Juara R Ginting Ena enggo tambahi Ita Apulina Silangit
      Wednesday at 7:06pm ·  ·  2

    • Juara R Ginting Salah satu yang menarik dari laporan ekspedisi Von Brenner, pada masa itu ternyata rumah si empat jabu yang umum di Karo dengan konstruksin "sangka manuk". Hanya satu-dua di setiap kampung, kalaupun ada, rumah si waluh jabu. Adapun menurut penelitian kami, rumah si waluh dan konstruksi sendi semakin digemari setelah Linur Batukarang pada tahun 1930 karena tidak ada rumah berkonstruksi sendi yang runtuh akibat Linur Batukarang.
      Wednesday at 7:17pm ·  ·  3

    • Ita Apulina Silangit pantesan sangka manuk tidak pernah kita jumpai lagi ya bang..i know now, kenapa dulu kam sering bilang 'sangka manuk' :)
      Wednesday at 7:24pm ·  ·  1

    • Juara R Ginting Rumah Tengah di Dokan masih berkonstruksi sangka manuk. Semua sapo page pasti berkonstruksi sangka manuk. Perhatikan, semua geriten pasti berkonstruksi sendi. Ada konsep tertentu yang membedakan konstruksi sendi dan sangka manuk.
      Wednesday at 7:27pm ·  ·  2

No comments:

Post a Comment