17 December 2011

Sastra Etnis oleh Tariganu




Sastra Reboan pada 27 April 2011. Malam istimewa di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan.

Di antara berbagai karya yang diperdengarkan, karya sastra etnis yang diperkenalkan pada acara ini adalah “Pincala” dan “Bunga Dawa” karya Tariganu, 73, penyair  Tanah Karo, yang dipandu oleh Dorsey Silalahi dan Hujan. Hujan mewakili generasi muda Karo memaparkan bagaimana buku ini sangat penting terutama bagi mereka di mana banyak bahasa filosofi dan puisi yang kurang dimengerti, maka dia terpanggil utk menggarap buku ini agar bisa menjadi inspirasi, tidak hanya komunitas Karo tetapi juga komunitas lainnya.

Tariganu yang juga pelukis ini menulis puisi sejak tahun 50an, menerjemahkan puisi Chairil Anwar dan Amir Hamzah ke bahasa Tiongkok, pernah tinggal di Tiongkok saat menjelang zaman peralihan terjadi di Indonesia, sempat mengajar sastra Cina di UI dan mendirikan Yayasan Bengkel Sastra 78.

Bincang buku ini dilanjutkan dnegan pembacaan puisi karya Tariganu “Menghadap Matahari” oleh Toga Tambunan, musikalisasi puisi “Cucut  Cike Cur” oleh isterinya dengan diiringi oleh pengaransemennya, Untung Purba. Beberapa puisi Tariganu telah diaransemen oleh Untung Purba dan direkam dalam CD. Hujan membacakan “Gedap". Dan Tariganu membacakan “Surat”, sementara Untung purba menyanyikan “Teralep-Alep Lopa” yang direspon hadirin dengan menghentak-hentak kaki dan menggeleng-gelengkan kepala mengikuti irama lagu Karo tersebut. 

Sumber : Oase.Kompas

No comments:

Post a Comment