06 March 2011

Pembakaran Mayat (Kremasi) (bagian 2)

Proses pengumpulan Kayu Bakar untuk Kremasi, di Tanah Karo
Lijkverbranding in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)

Sebuak proses persiapan Kremasi, kemungkinan di karo
Een crematie op Sumatra, mogelijk bij de Karo Batak
Date : 1910-1930
Author : Unknown
 
Sebuah acara Kremasi di sebuah lapangan terbuka
Batakvrouwen bij een lijkverbranding in het veld, Karolanden, Sumatra`s Oostkust
Date : 1920-1925
Author : Unknown
 
Jenazah ini tanpa pakaian diletakkan di atas tumpukan kayu. Kremasi kali ini dilakukan oleh salah satu kerabat ini. Dua wanita mengenakan peralatan pembakaran penuh "(Adam 1919:42).. kremasi selama pemakaman Berastagi, Karo
De doode wordt zonder kleederen op den brandstapel gelegd. Bij de verbranding is niemand van de familieleden aanwezig. Twee oue vrouwen dragen voor de volledige verbranding zorg." (Adam 1919:42). Lijkverbranding tijdens een begrafenis te Berastagi, Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
 

 
Jenazah ditempatkan di tumpukan kayu untuk dikremasi, di Karo, Sumatera Utara
Vanaf een lijkbaar wordt een dode op de brandstapel geplaatst voor de lijkverbranding 
in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1926
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)

1 comment:

  1. Kalau dilihat dari foto ini, hi... ngeri aku lihatnya. Hehehehe...!

    Tapi, inilah salah satu bukti kuatnya pengaruh Hindu di Karo yang menjelma menjadi agama Pemena, yang jika kita telisik kebiasaan(tradisi) Pemena itu sangatlah mirip dengan yang ditemui di Senata Dharma di India Selatan.

    ReplyDelete