14 January 2012

J.K Wijngaarden, Pembaptis Pertama


J.K Wijngaarden dan keluarga (Buluh Awar, 1892)


Pada 18 April 1890, Nederlands Zendelingenootschap (NZG), mengutus Pdt. H.C. Kruyt dari Tomohon, Minahasa, ke Tanah Karo. Kruyt tinggal di Buluh Awar yang menjadi pos penginjilan yang pertama di Tanah Karo. Tahun berikutnya dia menjemput empat orang Guru Injil yaitu B. Wenas, J. Pinontoan, R. Tampenawas, dan H. Pesik. Keempat orang inilah yang menjadi rekan Kruyt melakukan penginjilan di Karo. Sebelumnya, keempat orang ini juga bekerja di daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Pada tahun 1892, Pdt. H.C. Kruyt pulang ke negerinya tanpa berhasil membaptis seorang pun dari suku Karo. Ia kemudian digantikan Pdt. J.K. Wijngaarden, yang sebelumnya telah bekerja di Pulau Sawu dekat Pulau Timor. Pendeta inilah yang melakukan pembaptisan pertama pada suku Karo pada tanggal 20 Agustus 1893. Pada saat itu ada enam orang yang dibabtis, yaitu: Sampe, Ngurupi, Pengarapen, Nuah, Tala, dan Tabar. Pada tanggal 21 September 1894  Pdt. J.K. Wijngaarden  meninggal dunia karena serangan disentri (sumber : WIKIPEDIA)

Misi penginjilan selanjutnya dilanjutkan sementara oleh istrinya, Dina Guittart Wijngaarden, seorang diri di Buluh Awar hingga kedatangan penginjil baru ke sana.  Dina Guittart Wijngaarden  selanjutnya kembali ke Belanda dengan membawa putranya, Cornelius.

Pdt. J.K. Wijngaarden dimakamkan di pemakaman jalan pemuda Medan, lalu dipindahkan ke pemakaman pekabar Injil di Sibolangit. 

No comments:

Post a Comment