13 November 2011

Karo Tahun 1920 dalam Majalah National Geographic (bagian 1)

Majalah National Geographic pernah memuat tulisan, "By Motor Through The East Coast and Batak Higlands of Sumatra" yang ditulis oleh Melvin A. Hall. Majalah ini adalah volume XXXVII Januari 1920.  Melvin menembus Sumatera menuju Dataran Tinggi Tanah Karo dengan sepeda motornya.

Berikut ini 28 foto yang dimuat dalam edisi tersebut. Foto-foto ini adalah hasil jepretan Melvin A. Hall sepanjang perjalanannya, berikut urutan fotonya dan beberapa kalimat tanggapan Melivin A. Hall :
Majalah National Geographic volume XXXVII Januari 1920.
A Sumatran caravan makes its way through the highlands
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
Iringan angkutan memasuki dataran tinggi, di latar belakang terlihat Gunung Sibayak yang merupakan salah satu gunung berapi. Jalan yang baik hampir tidak dikenal di wilayah sentral sumatra, tapi sepanjang kedua pantai timur dan barat ada dapat ditemukan jalan raya seperti ini, mobil dan motor tidak lagi membangkitkan rasa ingin tahu penduduk asli sumatra. Hanya ada sekitar 200 mil jalur kereta api di pulau ini.

Sebuah mobil melaju melalui hutan jati.
A car drives through a teak forest.
Location :              Near Medan, Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
Mengemudi melalui hutan jati di dekat medan, sebuah pelabuhan penting di pantai timur laut Sumatra.

Pemandangan Gudang pengeringan untuk memproduksi Tembakau Sumatra.
 A view of drying sheds for producing Sumatran tobacco.
Location:              Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
Gudang pengeringan tembakau Sumatera terkenal di dunia. Bangunan-bangunan atap jerami  itu tidak lagi digunakan untuk tembakau, dan lahan yang terlihat datar itu telah ditanam di atasnya pohon-pohon karet, yang sedang ditanam secara luas saat ini.

Dua perempuan Batak membahas berita di pasar.
Two Battak women discuss news at the town market.
Location:              Karo-Batak, Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
A little gossip now and then is relished even by primitive women : at a Karo market.


Perempuan Sumatra mengurangi beban mereka dengan membawa barang di atas kepala  mereka.
Sumatran women lessen their burden by carrying goods on their heads.
Location :              Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
These female porters are not as heavily burdened as they appear to be ; their head packs consist of fine matting.

Kenderaan lokal yang beratapkan jerami ditarik oleh lembu.
A local rides in a thatched-roof wagon led by ox.
Location:              Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock

A caravan of thatched-roof wagons travels a road with telephone poles.
Location:              Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
Transportasi primitif dan tehnologi komunikasi modren duduk berdampingan di Sumatera. (Perhatikan : kabel telepon)


Atap jerami, rumah dari sebuah desa di Sumatera
The thatched-roof houses of a Sumatran village.
Location:              Kebon Djahe, Sumatra, Indonesia.
Photographer:  MELVIN A. HALL/National Geographic Stock
Orang Sumatra baik-untuk-melakukan, bahkan kaya, dan membangun rumah dengan desain arsitektur yang tidak biasa. Banyak rumah yang terbuat dari kayu jati dan bambu. Ukiran dan panel mengungkapkan rasa aneh. Perhatikan struktur pergola-seperti rumit di tengah-tengah halaman, ini adalah rumah merpati (lihat teks, halaman 90).


The sumatrans are well-to-do, even wealthy, race and build houses of unusual architectural design. Many of them are constructed of teak and bamboo. The carving and panelling reveal a bizarre taste. Note the elaborate pergola-like structure in the center of the courtyard ; this is a pigeon houses (see text, page 90)

Bersambung ke bagian 2.


3 comments:

  1. Mantab imfona, bang.
    Tapi, nungkun ateku. Lit nge etehndu info lengkap tentang "Tapak Raja Sulaiman?". Mejuah-juah.

    ReplyDelete
  2. Keren2... Sangat bermanfaat ttg Sejarah Karo...

    ReplyDelete