21 November 2010

Keliru hari jadi Medan

30 Juli 1977
TANGGAL 1 April 1970 kota Medan pernah memperingati hari jadinya yang ke 61. Tapi 1 Juli 1977 yang baru lalu, semua warga kota itu tahu bahwa mereka sedang memperingati hari ulang tahun Medan ke 387. Tak seorangpun heran. Tapi bagaimana ini?
Tersebutlah Gubernur Jenderal JB van Heutsz yang berkedudukan di Bogor. Pada 15 Maret 1909, orang Belanda ini mengeluarkan keputusannya, bahwa mulai 1 April tahun itu Medan ditetapkan menjadi sebuah kota berstatus gemeente alias kotapraja. Arsip-arsip tentang hal itu memang masih lengkap dan benar adanya. Karena itu ketika drs Sjoerkani menjadi walikota, ditetapkanlah 1 April itu sebagai hari jadi kota Medan. Untuk pertama kali diperingati di tahun 1970.

Tapi di mana-mana waktu itu orang-orang sibuk meneliti hari lahir kotanya masing-masing. Melalui berbagai seminar, perdebatan sengit bahkan dengan penelitian berbulan-bulan. Tak hanya cukup dengan sekedar beberapa lembar arsip atau surat keputusan sepihak. Maka Sjoerkani pun diprotes dari segala penjuru. Ia dituduh memalsukan sejarah. Bahkan dituding dengan tanggal itu ia membangkitkan kenangan pahit sebagian warga sekitar Medan. Sebab konon kata para ahli sejarah 1 April itu adalah hari pertama pemerintah kolonial Belanda melaksanakan kerja paksa atau rodi terhadap penduduk Sumatera Timur di Tanah Deli.

Maka sebuah seminar pun tak mungkin dielakkan. Diketuai seorang pemuka Melayu, Prof. Mahadi SH, hasil seminar itu diumumkan Ketua DPRD Kotamadya Medan pertengahan Maret 1975. Isinya:
sesungguhnya kota Medan dibangun 1 Juli 1590 oleh seorang yang bernama Guru Patimpus yang berasal dari Tanah Karo
Karena itu 1 Juli baru lalu kota ini sesungguhnya sudah sepuh juga, 387 tahun. Tapi mengenali wajah lama kota Medan, bukanlah hal yang mudah sekarang. Kota yang sudah sejak sebelum perang termashur penuh gaya dan dosa ini -- setidaknya lewat novel dan para penulisnya -- kini makin nampak mentereng. Bangunan-bangunan tua sudah lama ditelan kosmetik pembangunan baru. Bahkan tempat-tempat yang sering digolongkan bernilai sejarah tak sedikit yang sudah kena gusur digantikan bangunan bertingkat.
selanjutnya : Tempointeraktif (klik)

No comments:

Post a Comment